Tjahjo Kumolo

Turunkan Tensi, Mendagri Minta 3 Gubernur Ini Adakan Pertemuan

Jakarta – Gubernur Papua Lukas Enembe dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan diminta untuk datang ke Jawa Timur (Jatim) untuk menemui Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengungkapkan bahwa hal itu agar dapat menurunkan tensi yang sempat memanas di beberapa daerah.

“Kalau suasana sedang mereda, segeralah Gubernur Papua dan Gubernur Papua Barat datang ke Jatim, ketemu Ibu Khofifah yang kemarin juga telah minta maaf walaupun itu tidak atas nama warga Jatim,” ungkapnya di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, (22/8/2019).

Tjahjo meminta pertemuan tersebut juga harus menghadirkan para mahasiswa Papua yang berasrama di Jatim, sehingga pertemuan antar Gubernur bersama dengan mahasiswa itu diharapkan juga dapat membuka dialog perdamaian.

“Berdialog Gubernur dengan mahasiswa Papua yang punya asrama di Malang, di Surabaya dan sebagainya. Mari kita selesaikan dengan pikiran tenang, hati yang jernih, untuk menjaga persatuan NKRI yang utuh,” ujarnya.

Seperti diketahui, sejumlah pemuda yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) terlibat bentrok dengan warga di sekitar Perempatan Rajabali, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (15/82019) sekitar pukul 08.30 WIB.

Bentrokan terjadi ketika para mahasiswa Papua itu melakukan unjuk rasa memperingati 57 tahun perjanjian New York bertema ‘Amerika Serikat Harus Bertanggung Jawab Atas Penjajahan di West Papua’.

Di sela-sela aksi, terjadi keributan antara mahasiswa Papua dengan warga sekitar. Sempat terjadi bentrokan dan aksi saling lempar batu antara warga yang berusaha mencegah aksi unjuk rasa dari massa AMP.

Aksi di Malang itu mendapat protes dari masyarakat di Manokwari, Papua Barat, dan akhirnya masyarakat Manokwari melakukan aksi damai pada Senin (19/8/2019).

Namun, aksi damai tersebut berbuntut kerusuhan. Tak hanya di Manokwari, aksi serupa juga terjadi di Sorong, Papua Barat.

Unjuk rasa di Sorong berujung ricuh. Sejumlah fasilitas umum seperti Kantor DPRD, Bandara Domine Eduard Osok dan Lapas Kota Sorong rusak. Suasana semakin panas setelah sejumlah konten berisi dugaan penyerangan mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya tersebar via media sosial. Salah satu narasi video dianggap mendiskriminasi warga Papua di Tanah Jawa.

Demonstrasi merembet hingga Fakfak, Papua Barat, dan Mimika, Papua. Aksi sempat berujung rusuh, tapi TNI-Polri bisa mengendalikan situasi dan belasan orang ditangkap diduga menunggangi aksi. (Akurat.co)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.