Tjahjo Kumolo

Tjahjo Kumolo Wakili Megawati Hadir di KPK

JAKARTA–MICOM: Setelah memutuskan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tidak akan memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap dalam pemilihan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, tim Hukum PDI Perjuangan akhirnya menugaskan Tjahjo Kumolo akan datang mewakili Megawati.

“Jauh hubungan antara keputusan fraksi dan Ketua Umum PDIP. Kami hormati proses hukum yang meminta Megawati menjadi saksi yang meringankan. Maka itu, besok (Senin) jam 11, Pak Tjahjo akan datang,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Hukum, HAM, dan Peraturan dan Perundangan Trimedya Panjaitan saat dihubungi, Minggu (20/2).

Ia menjelaskan keterkaitan Mega dengan kasus tersebut terlalu jauh meski posisi Mega saat itu sebagai Ketua Umum PDIP. Keputusan PDIP mendukung Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI saat itu dilaksanakan oleh fraksi FPDIP yang saat itu diketuai Tjahjo Kumolo.

Trimedya menambahkan Tjahyo dinilai lebih memahami duduk persoalan sehingga ia bisa menjadi saksi yang meringankan bagi Max Moein dan Poltak Sitorus, dua kader PDIP tersangka cek perjalanan yang mengajukan permintaan Megawati dimintai keterangan sebagai saksi yang meringankan.

Pimpinan KPK Haryono Umar juga mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan mengenai ketidakhadiran ketua umum partai berlambang banteng itu.

“Tidak apa-apa, boleh-boleh saja. Sebetulnya yang minta kuasa hukumnya tersangka karena diharapkan itu bisa meringankan tersangka. Jadi, sesuai dengan aturan ya kami penuhi keinginan tersebut,” kata Wakil Ketua KPK bidang Pencegahan tersebut.

Seperti diketahui, berdasarkan keputusan rapat PDIP, Megawati Soekarnoputri telah dipastikan tidak akan hadir memenuhi panggilan KPK sebagai saksi yang meringankan bagi kader PDIP yang tersangkut kasus cek perjalanan. Menurut Trimedya, Megawati tidak memenuhi syarat formal dan material pasal 1 butir 27 KUHAP untuk dihadirkan sebagai saksi karena ia tidak tahu, tidak mengerti apa pun urusan terkait Max Moein ataupun Poltak Sitorus. (*/OL-13)

Sumber: Media Indonesia Online, Senin 21 Februari 2011 08:50 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.