Tjahjo Kumolo

Tjahjo: PDIP dan Jokowi Tak Bisa Dipisahkan

1042028755tjahjo_logo_pdipSemarang, Antara Jateng – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Joko Widodo tidak bisa dipisahkan satu sama lain, kata Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo ketika mengomentari hasil survei yang menyatakan Jokowi bakal terpilih sebagai presiden.

Menurut Tjahjo kepada Antara Jateng, Jumat, suatu survei tidak boleh didasarkan pada asumsi karena dari asumsi itulah justru akan terlihat bagaimana survei diproyeksikan dalam skenario kepentingan politik.

Dalam hasil survei Indonesia Indicator (I2) terhadap 337 portal berita online, kata Tjahjo, disebutkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Jokowi yang notabene kader PDI Perjuangan akan terpilih jika diusung sebagai capres.

“Bagi PDI Perjuangan, elektabilas Jokowi adalah buah dari kepemimpinan yang menjawab persoalan rakyat secara apa adanya tanpa pencitraan. Itu merupakan kepemimpinan yang membumikan ideologi,” kata Tjahjo yang juga anggota Komisi I DPR RI.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa penyelesaian masalah atas dasar musyawarah mufakat sangat tampak ketika penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang yang dilakukan oleh Jokowi, juga ketika relokasi warga yang tinggal di Waduk Ria Rio.

“Karena itulah Pak Jokowi yang menyatu dan menjadi bagian dari PDI Perjuangan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Sama halnya dengan Ibu Megawati dan Pak Jokowi. Semua satu kesatuan yang saling mengisi,” tegasnya.

Atas dasar hal tersebut, lanjut Tjahjo, kemenangan PDI Perjuangan dalam pemilu bukanlah atas dasar hasil asumsi tehadap pencalonan presiden. Kemenangan pemilu adalah hasil dari kerja kolektif bersama rakyat.

“Konsistensi PDI Perjuangan di dalam menjalankan fungsi kaderisasi kepemimpinan dan keberanian untuk tetap berada di luar pemerintahan adalah konsistensi sikap yang mendapatkan apresiasi positif dari rakyat,” ucapnya.

Dari situlah mengapa survei juga mengatakan bahwa PDI Perjuangan diperkirakan mampu hadir sebagai pemenang dalam pemilu yang akan datang.

“Itulah hasil dari kerja kolektif organisasi kepartaaian yang berasal dari rakyat,” kata calon tetap anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I (Kota/Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Kendal) itu.

Menyinggung calon presiden dan calon wakil presiden, Tjahjo mengatakan bahwa partainya mempertimbangkan secara mendalam bahwa sosok capres dan cawapres ke depan merupakan kepemimpinan transisional yang siap menghadaapi krisis. Namun, pada saat bersamaan dituntut untuk memberikan haluan pemerintahan negara ke depan.

Sumber: antarajateng.com, Jumat, 22 Nov 2013 10:43:56 WIB

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.