Tjahjo Kumolo

Tjahjo Kumolo: BIN Tak Berwenang Menangkap

Liputan6.com, Jakarta: Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPR Tjahjo Kumolo menegaskan, Fraksi PDIP menghendaki Badan Intelijen Negara (BIN) pada posisi membangun jaringan komunikasi dan tidak berwenang menangkap dan menahan seseorang. Kepada pers di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/3), Tjahjo menjelaskan kewenangan untuk menangkap dan langsung menahan seseorang, sesuai Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) diserahkan pada kepolisian.

“Biarkan saja itu (menangkap dan menahan) diserahkan kepada kepolisian. Kalau berdalih teroris, mengintai seorang teroris tidak mungkin satu menit, bisa berhari-hari, bisa berbulan-bulan,” ujarnya.

Lebih lanjut Tjahjo yang juga Sekretaris Jenderal PDIP itu menegaskan, fraksinya menghendaki agar BIN berposisi pada tingkat membangun jaringan komunikasi. Termasuk soal penyadapan, menurut dia, hal itu sifatnya juga sangat kasuistis saja karena UU yang ada, semisal UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau Tipikor dan lain sebagainya sudah menjelaskannya.

“Saya kira kalau BIN melakukan penyadapan, itu kan tidak perlu diundangkan. Kalau orang ditengarai membahayakan negara, membahayakan ideologi negara, saya kira wajar semua pasti punya hak untuk melakukan penyusupan, melakukan penyadapan atau melakukan apa pun,” ucapnya, menegaskan.

Sementara jika penyadapan itu justru dilegalkan dalam UU Intelijen Negara, maka nantinya hal-hal teknis seperti informasi di setiap Twitter, pesan singkat (SMS) atau Facebook juga akan diatur dengan rinci di ayat-ayat UU itu. “Lalu apa gunanya?” kata Tjahjo.

Menurut dia, tugas intel itu adalah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kedaulatan negara. Karenanya jangan menggunakan paradigma lama bahwa intelijen justru “menginteli” warga negara sendiri. Namun demikian, Tjahjo berpendapat, jika RUU Intelijen Negara memang belum siap untuk diundangkan, maka sebaiknya tidak perlu dipaksakan dan harus dibahas lagi secara komprehensif serta mengkaji berbagai pengalaman intelijen yang lalu.(ANS/Ant)

Sumber: liputan6.com,  Selasa, 29 Maret 2011 13:42

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.