Tjahjo Kumolo

Tjahjo: IPDN Titik Tolak Revolusi Mental Aparatur Negara

tjahjo-kumolo-_150310174319-230REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mulai tahun ini akan mereformasi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). IPDN sebagai institusi pendidikan yang kelak calon aparatur negara harus menjadi titik tolak pengembangan revolusi mental.

 

“IPDN harus mampu melahirkan praja pelopor revolusi mental, yang secara kualitas siap menunjukkan prestasi dan menjadi tauladan di lingkungan sosial, keluarga, dan kerja masing-masing,” kata Tjahjo melalui pesannya kepada wartawan, Ahad (12/4).

 

Ia mengatakan melalui revolusi mental di IPDN, nantinya calon praja diharapkan menjadi aparatur yang memiliki integritas dan berkepribadian yang mengedepankan pentingnya melayani masyarakat. “Kemendagri mempersiapkan diri agar (IPDN) melahirkan aparatur yang lebih mengedepankan pentingnya melayani rakyat daripada menuntut dilayani,” kata Tjahjo menambahkan.

 

Menurut Tjahjo, dengan revolusi mental para praja, berperan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Upaya reformasi di IPDN juga menurut Tjahjo melalui perubahan mendasar, cepat dan berkesinambungan dalam tiga segmen, yakni rekuritmen calon praja, pengajaran, pelatihan dan pengasuhan serta yang ketiga konsolidasi alumni.

 

“Kita bertekad untuk mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental di lingkungan Kemendagri, keseluruhan proses harus dapat diawali pada tahun 2015 ini di seluruh kampus IPDN,” ujar Tjahjo.

 

Disamping dorongan tersebut, Tjahjo menekankan revolusi mental juga harus didasari dari kesadaran masing-masing praja itu sendiri. Pasalnya, kunci revolusi mental harus dimaknai masing-masing pribadi mulai dari cara berpikir, merasa, dan bertindak sebagai calon aparatur penyelenggara pemerintahan.

 

“Konsep revolusi mental harus diletakkan dalam konteks Nation and Character Building (NCB), praja harus mampu melakukan perubahan dimulai dari sikap dan perilaku sendiri, sebagai warga bangsa dengan segala hak dan kewajibannya,” ujarnya.

 

Sumber: republika.co.id, 12 April 2015 10:26 WIB

 

One Response to Tjahjo: IPDN Titik Tolak Revolusi Mental Aparatur Negara

  1. MOHAMMAD DAWOED 01/05/2015 at 20:38

    Gak perlu muluk muluk, pak Menteri.
    Jadikanlah IPDN sebagai pembentuk calon pamong praja yang taat pada peraturan perundang-undangan sudah cukup.
    Karena berdasarkan hasil penelitian kami, kebanyakan pamong praja kita kurang meyakini akan kebenaran dan tujuan dibentuknya peraturan perundang-undangan tersebut.
    bahkan yang sudah menjadi sekda-pun masih kurang dapat menjaga integritas pemerintahan daerah, karena takut pada kekuasaan kepala daerah yang lebih bernuansa politis dan korup.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.