Tjahjo Kumolo

Sikap PDI Perjuangan Terkait Pembahasan RUU Pemilu

Idealnya bagi kepentingan strategi sebuah Partai Politik, Pilpres dahulu baru Pemilu Legeslatif. Ada berbagai aspek pertimbangannya, dan ini pasti menimbulkan debat yang berkepanjangan. Terbukti sistem pemilu 2009 apakah menghasilkan kualitas pemilu yang demokratis? Juga tidak. Msh ada manipulasi suara. KPU saja tidak melaksanakan proses dengan baik. Kepentingan partai tidak terkontrol walau calon mewakili partai politik. Individualistusnya sangat dominan. Aspek gotong royong tidak ada dan biaya tinggi bagi seorang calon serta tidak memikirkan bagaimana secara fair merebut simpati rakyat dengan calon partai lain, tapi sesama calon satu partai sendiri. Kedaulatan ditangan partai sudah tidak ada. Ini resiko dan terbukti dalam sistem terbuka. Maka PDI Perjuangan berkeinginan sistem tertutup, dan partai serta fraksi sudah mencoba melakukan lobby. Diskusi dengan sesama teman-teman partai/fraksi mencoba mencari format yang baik yang sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi kita. Belum saatnya kita tiru sistem demokrasi negara lain. Maka sikap partai melalui keputusan konggres, rakornas, dan rakernas partai mengamanatkan keputusan antara lain PT 5 persen/sistem tertutup/masalah dapil dan penghitungan sisa suara dll bisa kita diskusikan sepanjang prinsip-prinsip pemilu khas Indonesia terlaksana dengan baik.

Dalam praktek para calon legeslatif setelah berjuang mendapatkan kursi, tidak pernah bisa optimal berjuang gotong royong mensukseskan pilpres yang sebagai anggota/kader partai harus didukung. Alasannya dana sudah tersedot habis dalam pemilu legeslatif misalnya. Kalau parpol dananya tak ternilai jumlahnya ya tidak masalah buat pilpres. Tapi kalau mengandalkan dana gotong royong ya harus dipikirkan sistem pemilunya, juga terkait pilpres.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.