Tjahjo Kumolo

Sepanjang Ramadan, Tjahjo Kumolo Kurangi Aktivitas Malam Hari

 Liputan6.com, Jakarta : Datangnya bulan Ramadan atau bulan puasa kerap dinanti-nanti umat islam di dunia maupun di Indonesia. Lantaran bulan Ramadan ini dipercaya sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmat bagi mereka yang menjalankannya.

Meski PDIP merupakan partai yang berbasis nasionalis, tetapi tak sedikit para pengurus dan kadernya yang beragama Islam menjalankan ibadah puasa dengan penuh hikmat. Salah satunya adalah Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo.

Tjahjo menjelaskan, selama Ramadan kali ini aktivitasnya tetap seperti biasa. Namun, yang membedakannya adalah mengurangi aktivitas di malam hari yang biasa dia lakukan. Misalnya, mengisi acara diskusi informal.

“Aktivitas selama Lebaran tidak ada yang khusus. Hanya mengurangi kegiatan malam yang biasanya banyak acara diskusi informal dan silaturahmi dengan berbagai pihak,” kata Tjahjo saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Kamis (18/7/2013).

Menurutnya, meski menjalankan ibadah puasa, tapi aktivitasnya untuk melakukan konsolidasi ke daerah-daerah dalam mewakili partai terus dia lakukan. Itu dilakukannya sebagai pengabdian dalam menjalankan aspirasi masyarakat bawah. Bahkan, Tjahjo mengaku dirinya harus memilah-milah undangan buka puasa bersama.

“Selama bulan puasa kegiatan rutin saja ke daerah konsolidasi partai sekalian buka puasa dan di Jakarta juga. Banyak undangan buka puasa bersama yang saya juga harus membagi waktunya. Kalau bisa hadir pasti hadir,” terangnya.

“Jadi tidak ada perubahan aktivitas selama bulan puasa ini. Tugas partai ke daerah, rapat partai tetap rutin, hanya undangan buka puasa yang setiap hari ada dan harus memilah. Tapi saya prioritas semua hadir kecuali ada tugas keluar kota,” jelasnya.

Anggota Komisi I DPR ini juga mengimbau kepada umat muslim di Indonesia untuk bisa memaknai arti dari makna berpuasa. Menurutnya, puasa tidak hanyak menahan hawa nafsu dari rasa lapar dan haus semata, tapi juga harus meningkatkan ibadah demi mendapatkan berkah dan karunia dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Puasa harus berbagi prinsipnya, puasa tidak hanya mengendalikan nafsu semata, tapi juga harus meningkatkan ibadah,” pungkas Tjahjo. (Frd)

Sumber: liputan6.com, 18/07/2013 16:26

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.