Tjahjo Kumolo

Sekali Berkelahi dan Pakai Narkoba Langsung Pecat

BANDUNG – Hari belum begitu panas, ketika upacara pengukuhan Muda Praja Angkatan XXIX Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di lapangan institut penghasil pamong itu selesai. Wakil Presiden Jusuf Kalla yang memimpin upacara lantas bergegas kembali ke tenda undangan VIP.

Tak berapa lama, orang nomor dua di Indonesia itu masuk ke dalam gedung Rektorat IPDN. Di dalam gedung sudah menunggu para wartawan. Di dampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Plt Rektor IPDN, Ermaya Suradinata, Jusuf Kalla melayani sesi tanya jawab dengan para wartawan. Ada banyak isu yang ditanyakan para wartawan pada saudagar Bugis tersebut. Salah satunya soal korupsi di tubuh birokrasi dan virus radikalisme yang menjangkiti kampus-kampus.

“Tapi kalau kita lihat dari jumlah orang yang ditangkap, tamatan IPDN itu tidak banyak. Kecil. Karena ya yang bupati pasti tak banyak. Tapi jumlahnya tak banyak dari IPDN,” kata Kalla.

Terkait masalah radikalisme yang menyasar kampus, menurut Kalla harus disikapi dengan hati-hati. Tapi bukan berarti kewaspadaan harus kendor. Karena kalau ada orang taat belum tentu dia radikal. Yang harus dicermati tentunya paham radikal yang menghalalkan kekerasan. ”Yang dihindari itu radikal itu ia melakukan dengan kekerasan. Dengan pikiran kemudian berbuat. Dari radikal menjadi teror. Itu yang harus dijaga dan di waspadai,” kata Kalla.

Sementara Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai mengantar Wapres Jusuf Kalla kembali masuk ke gedung rektorat. Para wartawan tadinya mengira Mendagri akan masuk ke ruang makan. Ternyata, orang nomor satu di Kementerian Dalam Negeri itu kembali bergegas menuju ke lapangan upacara. Diikuti Plt Rektor IPDN dan sejumlah pejabat di lingkungan IPDN dan Kemendagri, Menteri Tjahjo dengan langkah cepat menuju ke tengah lapangan.

Ia menuju para muda praja yang masih berbaris di sisi lapangan. Ternyata Tjahjo ingin menyalami satu persatu para muda praja yang ada di barisan depan. Ketika itu terik mulai terasa menyengat. Selesai acara salaman, Tjahjo menuju podium tempat tadi Jusuf Kalla jadi pemimpin upacara. Setelah itu, ia berpidato dengan suara berapi-api.

Dalam pidatonya di tengah terik, Tjahjo meminta para muda praja yang dikukuhkan mencamkan semua nasihat Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dan jangan menyia-nyiakan kesempatan yang telah diraih untuk belajar penuh disiplin di IPDN. Karena ini awal untuk mengabdi kepada negara. “Jaga persatuan dan kesatuan. Kegotong royongan,” katanya.

Tjahjo juga mengingatkan, jangan sampai terdengar lagi di kampus IPDN ada kekerasan. Ia sebagai Mendagri tidak akan segan-segan memberi sanksi tegas bagi praja yang terbukti berkelahi. Apalagi nanti, akan ada program pendidikan bersama dengan para taruna Akmil dan Akpol.

“Jaga kehormatan dan wibawa IPDN, Kementerian Dalam Negeri. Ingat ini. Begitu anda ada yang berkelahi, memukul, langsung dipecat tanpa ampun,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kemendagri itu juga mengingat tentang bahaya narkoba. Katanya, narkoba kini telah jadi tantangan dan ancaman terhadap bangsa. Ia minta para muda praja menjauhi narkoba. ”Begitu Anda memakai, jadi pengguna tidak ada ampun, mohon maaf Bapak Ibu orang tua. Langsung diberhentikan secara tidak hormat,” ujarnya. (KoranJakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *