Tjahjo Kumolo

Registrasi Kartu Sim Prabayar, Mendagri: Niat Pemerintah Baik

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebut langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam memberlakukan registrasi ulang kartu prabayar atau SIM card bertujuan baik.

“Niat pemerintah itu baik. Kuncinya ada di nomor induk kependudukan (NIK), sehingga memudahkan untuk memonitoring kalau ada hal-hal menyangkut berita-berita hoax dan berbau fitnah. Masyarakat mendaftar saja, tidak ada ruginya,” kata Tjahjo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Tjahjo mengatakan saat ini marak berita bohong, hoax, fitnah, dan ujaran kebencian yang tersebar salah satunya melalui dari media sosial yang dikhawatirkan bisa merusak tatanan negara. Media sosial diakses kebanyakan melalui ponsel.

Jadi upaya registrasi kartu prabayar oleh Kemenkominfo berguna dalam jangka panjang.

“Kalau terdaftar, meskipun penyebar hoax ganti SIM card tapi ponselnya sama, tetap mudah terlacak,” ujarnya.

Tanpa registrasi SIM card, lanjut Tjahjo, pelaku masih bisa terlacak. Namun dalam pelacakan membutuhkan waktu yang lebih lama.
Menurut Tjahjo, masyarakat tak perlu khawatir soal kewajiban registrasi ulang itu.

Namun, jika masyarakat menggunakan untuk hal-hal yang mengkhawatirkan akan mempersulit ruang gerak mereka.

Tjahjo menegaskan, dalam registrasi ini, tugas pemerintah untuk melindungi kerahasiaan data warga Indonesia.

“Kalau kita gunakan hal baik saling bertukar informasi dengan wajar, tidak melanggar hukum, saya kira kenapa takut,” tandas Tjahjo.

Sumber: liputan6 dan Tribunnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *