Tjahjo Kumolo

Realita Subsidi BBM

Pemerintahan SBY – Boediono: Subsidi BBM dinikmati orang kaya. Realitanya:

– Bahwa 64% BBM dikonsumsi oleh pengguna sepeda motor yaitu kelas menengah dan bawah, dan itu bukan kelompok kaya. Hanya 36% BBM yang dikonsumsi mobil.

– Bahwa 65% bensin ternyata dikonsumsi oleh masyarakat miskin dan menengah bawah yang rata-rata pengeluaran per kapitanya kurang dari USD 4 perhari. Bahkan sebanyak 29% di dalamnya dikonsumsi oleh kelompok miskin yang pengeluaran per kapitanya kurang dari USD 2.

– Bahwa 41.8% Kelompok rumah tangga dengan tingkat pendapatan kurang dari Rp 2 juta yang mengonsumsi BBM premium.

– Sementara itu, kelompok pendapatan Rp 2–3.5 juta yang mengonsumsi premium sebanyak 33,2%, kelompok berpendapatan Rp 3–5,5 juta sebanyak 23.6%, dan kelompok berpendapatan lebih dari Rp 5,5 juta dengan konsumsi premium hanya 1.4%.

– Dalam kurun waktu pemerintahan SBY 2005 hingga 2012, anggaran untuk belanja birokrasi naik dari 39.6% menjadi 51.4%, atau naik sekitar 21,0%. Sedangkan anggaran subsidi utk rakyat dikurangi setiap tahunnya, subsidi BBM dari 18,8% menjadi 8,7% atau turun sekitar 53,6%.

– Besaran anggaran untuk belanja pegawai dari tahun 2010 sampai 2012 terus meningkat dari Rp 162.659 triliun menjadi Rp 215.725 triliun. Angka tersebut lebih besar dari besaran anggaran subsidi Rp 208.850.

menjelang cerahnya cahaya liberalisasi energi dan menyambut liberalisasi ekonomi dibawah pemerintahan berhaluan Neoliberal, SBY-Boediono. ( FWD dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.