Tjahjo Kumolo

Presiden Bangun Infrastruktur Hingga Perbatasan

MERAUKE – MENTERI Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menegaskan pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak pandang bulu dalam membangun infrstruktur di seluruh wilayah Indonesia. Daerah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini (PNG) pun tak luput dari perhatian pemerintah pusat.

Hal itu diungkapkan oleh Mendagri ketika mengunjungi wilayah perbatasan RI-PNG di Kampung Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, kemarin. Kedatangan Mendagri beserta rombongan disambut tarian dan musik tradisional adat Merauke.

“Semua sudah dikoordinasikan. Nanti akan banyak dibangun infrastruktur di sini,” kata Tjahjo di monumen titik nol Merauke, Minggu (15/4).

Untuk pembangunan jangka pendek, Tjahjo menyatakan pemerintah akan terlebih dahulu membangun rumah sakit dan pasar. Selain itu, pos lintas batas (PLB) yang kini telah terbangun dan digunakan oleh sejumlah personel TNI untuk menjaga tapal batas RI-PNG juga akan dinaikkan statusnya menjadi pos lintas batas negara (PLBN) sehingga harus dibangun kembali infrastrukturnya.

“Rumah sakit akan dibangun di wilayah perbatasan. Pasar dan lainnya juga akan dibangun. Itu sesuai instruksi Presiden. Nantinya akan kita bangun semua itu,” lanjutnya.

Ketua Lembaga Adat Distrik Sota Daut Midar menyambut baik rencana pemerintah pusat membangun daerah itu. Ia menyebut rumah sakit memang merupakan kebutuhan yang paling diharapkan masyarakat perbatasan. Ia juga berharap fasilitas kesehatan itu dilengkapi dengan adanya mobil puskesmas keliling yang bisa sering masuk ke permukiman penduduk.

“Kalau ada rumah sakit, kan bisa lebih baik, bukan berarti mobil puskesmas keliling itu tidak baik,” ujar Daut.

Dengan terbangunnya infrastruktur, Daut berharap lapangan pekerjaan juga akan terbuka lebar. Pasalnya, warga di wilayah itu kerap menjadikan berburu sebagai mata pencarian utama akibat minimnya lapangan pekerjaan di sana.

“Yang buru-buru rusa, babi, kasuari itu anak-anak kita yang tidak ada kerja. Hasil buruannya kemudian dijual untuk biaya harian mereka,” tandasnya.

Daut juga menyampaikan aspirasi masyarakat Sota yang ingin agar Presiden Jokowi berkunjung langsung ke wilayah itu. “Pak Presiden nanti akan datang ke sini,” kata Tjahjo menanggapi permintaan Daut.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Merauke, Sota merupakan distrik di Papua, yang berjarak 80 kilometer dari Kabupaten Merauke. Wilayah ini dapat ditempuh dengan waktu 1-2 jam perjalanan dengan kondisi jalan yang cukup baik dan beraspal. (Media Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *