Tjahjo Kumolo

Poros PDIP adalah Poros Politik Nasional Konstitusional

Dalam berpolitik posisi politik PDI Perjuangan jelas: tidak tergiur kalau diajak bargaining politik dalam aliansi poros-porosan. Poros politik PDI Perjuangan adalah poros politik nasional konstitusional. Prinsipnya adalah 4 pilar kebangsaan.
Kecenderungan yang kami tangkap terkait munculnya ide membangun  poros-porosan adalah bagian dari strategi politik bargaining kekuasaan yang ada. PDI Perjuangan tidak ingin terlibat dan terjebak dalam deal politik hal-hal demikian.
Ada pertanyaan, membangun komunikasi politik strategis  intensif apa saja yang dilakukan PDI Perjuangan mendekati persiapan pilpres 2014?
Pemerintah akan berjalan dengan baik kalau konsisten menjaga dan melaksanakan garis keputusan politik pembangunannya dengan kunci strategis konsisten dengan 4 pilar kebangsaan Indonesia seperti Pancasila, UUD 45, kemajemukan bangsa, dan setiap UU yang akan disahkan harus tidak menyimpang dari UUD 45 dan kemaslahatan masyarakat sesuai 4 pilar tersebut.
Pemerintah dengan kebijakan pemerintahannya harus berani bersikap “siapa kawan siapa lawan ” dalam kelompok-kelompok masyarakat yang menyimpang dari 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, kemajemukan, UUD 45, dan NKRI.
Dan dalam melaksanakan kebijakan pemerintahannya harus berani mengimplementasikan Trisakti ajaran Bung Karno yaitu kedaulatan/berdaulat  di bidang politik, kemandirian di bidang ekonomi dan berkepribadian sebagai bangsa Indonesia. Itu juga berlaku dalam setiap pengambilan keputusan politik pembangunannya. Kalau tidak bisa tercerai berai NKRI dan kemajemukan bangsa ini.
Konstitusional 4 pilar kebangsaan tersebut dan Trisakti sebagai sikap politik PDI Perjuangan yang harus diimplementasikan dalam setiap keputusan politik pembangunan pemerintah, dan setiap keputusan politik di DPR.
Tjahjo Kumolo, 2 Januari 2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *