Tjahjo Kumolo

PKK Harus Jadi Penggerak Keluarga yang Visioner

PADANG – Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diharapkan menjadi penggerak perubahan yang visioner. Karena itu Tim Penggerak dan Kader PKK hendaknya memiliki cara pikir dan cara pandang jauh ke depan.

Harapan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat membuka puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 Tahun di Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (25/7).

Menurut Tjahjo, peran PKK sangat penting dan strategis. Karena itu PKK harus bisa jadi penggerak yang mampu memanfaatkan setiap peluang melalui seluruh potensi yang dimiliki. Dengan begitu bisa mandiri dan mampu menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan dalam segala kondisi.

“Hari Kesatuan Gerak PKK merupakan salah satu momentum yang sangat mendasar serta memiliki arti penting dan strategis terkait dengan pelaksanaan program dan kegiatan gerakan PKK dalam mendukung pelaksanaan pembangunan pemerintah,” kata Tjahjo.

Tjahjo melanjutkan, dinamika yang mewarnai perjalanan gerakan PKK hingga saat ini, harus terus dilanjutkan. Terutama yang konstruktif sehingga bisa terus berkontribusi meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga. Tidak lupa Tjahjo menyinggung soal pesta demokrasi. Katanya, bangsa Indonesia telah telah berhasil melewati masa penting konsolidasi demokrasi, dimana pemilu yang pertama kali digelar serentak berjalan sukses, aman dan damai.

Namun di sisi lain, bangsa ini dihadapkan pada tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Dalam konteks ini, PKK sebagai mitra pemerintah, kegiatannya harus punya relevansi atau keterkaitan program dengan program pembangunan baik nasional maupun dalam lingkup daerah.

“Gerakan PKK harus terus merajut dan menyatukan potensi nasional secara efektif dan integratif melalui program dan kegiatan dalam memberdayakan dan mensejahterakan keluarga,” ujarnya.

Tapi Tjahjo mengingatkan, hendaknya gerakan PKK lepas dari berbagai kepentingan kelompok, golongan, politik, suku, agama dan sebagainya. Gerakan PKK jangan mempertentangkan hal-hal yang sudah menjadi keputusan dan kesepakatan bersama. “Gerakan PKK harus jadi perajut dan perekat,” katanya.

Masalah kerentanan keluarga, mulai dari kematian ibu hamil yang masih tinggi, stunting, gizi anak dan lainnya, kata Tjahjo, adalah isu-isu yang harus jadi perhatian PKK. (KoranJakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.