Tjahjo Kumolo

Pimpin Sertijab Plt Dirjen Otda, Mendagri: Waspada Racun Demokrasi

Jakarta – Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar serah-terima jabatan Plt Dirjen Otonomi Daerah (Otda) dan Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Plt Dirjen Otda yang baru, Akmal Malik, menggantikan Soni Sumarsono, sedangkan Plt Sekretaris Suhajar Diantoro menggantikan Sigit Widodo.

Upacara dilaksanakan di halaman kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2019). Acara serah-terima dipimpin oleh Mendagri Tjahjo Kumolo.

“Semoga Pak Suhajar, sekretaris yang baru, yang penuh pengalaman bisa lakukan tugas sebaik-baiknya dalam BNPP, dan Pak Akmal selaku Plt Dirjen Otonomi Daerah bisa laksanakan tugas di Dirjen Otonomi Daerah itu dengan baik,” ucap Tjahjo dalam sambutannya.

Tjahjo juga mengucapkan terima masih kepada pejabat Dirjen Otda, Soni Sumarsono, dan Sekretaris BNPP Sigit Widodo yang selama ini telah mengemban tugas dengan baik. Keduanya diganti karena telah purnatugas.

“Atas nama Kemendagri dan BNPP, kami ucapkan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi loyalitas yang selama ini selalu ditunjukkan oleh Pak Soni Sumarsono dan Pak Sigit,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Tjahjo juga berpesan kepada semua aparatur sipil negara (ASN) yang hadir terkait kesetiaan kepada atasan dan negara. Dia berharap seluruh ASN bisa membawa amanah jabatan sampai ke tujuan.

“Kesetiaan bukan dilihat dari banyaknya kita bergerak, tapi bagaimana kita bisa kuat bertahan, karena jabatan bukan kita minta tapi diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk kita dan tugas itu hanya berjalan lurus membawa amanah sampai tujuan yang ada,” ujar Tjahjo.

Tjahjo juga meminta jajarannya mewaspadai racun dan virus demokrasi. Para ASN diminta untuk mewujudkan pemilu yang demokratis.

“Waspada racun dan virus demokrasi yang selama itu menghampiri, yaitu politik uang, kampanye kebencian, SARA, fitnah, dan hoax. Harus dicermati, dan hati-hati itu adalah racun dan virus demokrasi yang bisa setiap saat hampiri. Kita harus lawan virus-virus itu dalam rangka wujudkan pemilu yang demokratis sesuai pilihan masing-masing. Pilihan boleh beda, tapi harus jadi satu kesatuan bagian yang utuh sebagai bangsa dan negara yang merdeka,” pungkasnya. (Detik)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *