Tjahjo Kumolo

Pesan Bijak Menteri Tjahjo Soal Kehidupan

-Mendagri Tjahjo Kumolo-9zonalima.com – Di tengah kesibukan rutinitas sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo tak jarang berbagi pesan dan pandangan hidup kepada para wartawan. Melalui grup wartawan di BlackBerry Messenger (BBM), Tjahjo sesekali mengirimkan pesan bijak kepada para kuli tinta yang setiap hari meliput di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Rabu, 16 Desember 2014, Tjahjo kembali mengirimkan sebuah tulisan bijaknya. Kali ini, Menteri Tjahjo membeberkan tentang sesuatu hal yang terpenting dalam hidup atau kehidupan.

“Yang terpenting dalam ‘HIDUP’ adalah bagaimana kita menjadi bagian dari makhluk yang berguna,” tulis Tjahjo mengawali pesannya.

Selanjutnya, Tjahjo menuliskan, kehebatan manusia bukan diukur dari berapa banyaknya kita meraih ‘sesuatu’, melainkan berapa kali kita bisa menyelesaikan ‘tanggung jawab’. Tanggung Jawab adalah amanah. Amanah kata lain dari tuntunan Tuhan.

Saat kita bersinggungan dengan jalan yang dibuat Tuhan untuk kita, sambung Tjahjo, maka kita akan selalu merasa bingung, lelah, takut, dan menjadi diri yang pengecut.

“Kita bisa lari dari hal yang terburuk itu, tapi kita tidak bisa lepas dari ketergantungan dengan Tuhan si ‘pemberi amanah’,” tulis Tjahjo.

Menurut mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP ini, masalah ada karena keinginan manusia itu sendiri. Bingung adalah ciptaan manusia. Takut adalah ciptaan manusia dan seterusnya. Jika kita mengimani bahwa apa yang ada di pundak kita adalah kekuatan kita, di bahu kita adalah identitas kita, maka kita tidak akan lari dari keberanian dan bergabung dengan ketakutan.

Jalan Tuhan, tambah Tjahjo, berat untuk kita lewati karena selalu bertemu dengan tanggung jawab yang seakan jauh dari kemampuan kita. Keberanian, kesetiaan, dan kejujuran hanya bisa difungsikan jika kita yakin pada diri kita, yakin bahwa apa yang kita dapat sudah disiapkan oleh Tuhan sebelum kita lahir.

“Dan jika itu ditentang maka kita akan menjadi manusia yang selamanya akan di berada dalam kasta terendah,” tulisnya. (Arjuna Al Ichsan Siregar)

Sumber: zonalima.com, Rabu, 16 Desember 2015

 

One Response to Pesan Bijak Menteri Tjahjo Soal Kehidupan

  1. yuskes pardede 18/12/2015 at 12:37

    Pertemanan bukan menghambat kita memperkatakan kebenaran ,hanya orang-orang kuat yang dapat menerima kebenaran walaupun menusuk hatinya bahkan merugikannya,semua sirna dan lenyap di makan kalau kita tidak tidak berani memperkatakan kebenaran untuk NKRI,kita tidak bisa berselimutkan nasionalisme ,di kala kebhinekaan dan pancasila di membumi,revisi skb2m karena itu virus yang menggoroti nasionalisme,tiga pilar berbangsa dan bernegara hanya sebatas konsep kalau tidak di pakai dasar peraturan.Nasionalisme harus menjadi perajut toleransi.Nasionalisme selama in hanya sebatas komunikasi politik tidak ada yang berani seperti bung karno,gusdur dan nusron wahit.MERDEKA..SALAM BERKARYA PA.MENTERI ,BUAT YANG LUAR BIASA UNTUK BANGSA INI,JANGAN-JANGAN YANG BIASA-BIASA.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *