Tjahjo Kumolo

Perkembangan Terkini Perekaman KTP-el

Berkenaan dengan pelaksanaan Program Penerbitan KTP-el, hal hal sebagai berikut:

1. Penduduk wajib KTP-el sampai dengan tanggal 30 Mei 2018 sejumlah 192.476.183 jiwa dari jumlah penduduk pada 31 Desember 2017 sebesar 262.380.678 jiwa.

2. Penduduk wajib KTP-el yang sudah melakukan perekaman sampai dengan tanggal 20 Mei 2018 di 514 kab/kota sebesar 181.220.447 jiwa (94,2%), sisanya 11.255.736 jiwa (5,8%) belum melakukan perekaman.

3. Prosentase cakupan perekaman KTP-el turun dari 97,4% pada akhir 2017 menjadi 94,2% pada 20 Mei 2018 sebagian besar disebabkan oleh penambahan wajib KTP-el pemula yakni sebesar 6.913.010 juta penduduk.

4. Terkait dengan 836.635 data calon pemilih pada Pilkada 2018 yang belum dapat menunjukkan KTP-el atau Suket, telah dilakukan pemadanan dengan database kependudukan nasional. Posisi 20 Mei 2018 masih tersisa 161.024 yang belum ditemukan dalam database. Kemendagri terus memberikan dukungan terhadap KPU termasuk memberikan 546 User ID untuk dapat dimanfaatkan dalam proses pemutahiran data pemilih di seluruh Indonesia baik untuk Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019.

5. Upaya menuntaskan sisa perekaman untuk Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019, terus dilakukan dengan mengembangkan berbagai inovasi atara lain pelayanan rekam dan cetak di luar domisili, pelayanan keliling, jemput bola, pelayanan di sekolah, pesantren, pasar, mall, tempat ibadah, lapas dan tempat-tempat keramaian lainnya, serta menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga pelayanan publik agar menjadikan KTP-el sebagai dasar pelayanan.

6. Di samping hal tersebut, pada tanggal 7 Februari 2018 mendagri telah melaunching Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) saat Rakornas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Batam. Hal ini dilakukan sbg upaya percepatan dlm membangun ekosistem sadar adminduk.

7. Sesuai arahan Bapak Presiden kami juga telah menerbitkan Permendagri Nomor 19 Tahun 2018 tentang Percepatan Pelayanan Administrasi Kependudukan pada tanggal 11 April 2018.

One Response to Perkembangan Terkini Perekaman KTP-el

  1. abd Razak mohd thaib 11/06/2018 at 23:34

    Sistim yg harus di rombak/rehab contohlah Malaysia

    1. KTP or kartu indentitas di Malaysia seseorang hanya mempunyai 2 dokumen aja :-

    1. SURAT KELAHIRAN ( SIJIL LAHIR)
    2. KTP.

    1. SURAT LAHIR di keluakan oleh ducapil setempat , isinya lengkap, untuk dapatkan SURAT LAHIR ini, setiap org lahir ada
    surat pengantar dari dokter/bidan rumah sakit, isinya lengkap, DUCAPIL proses dlm waktu 1-2 jam siap SURAT LAHIR,ada NO NIK, KTP anak2 14 hari siap ngak ada gambar NO NIK ADA sama , setelah anak2 umur 13 tahun bikin KTP baru ada gambar 14 hari siap, seseorang hanya pengang 2 dokumen aja, ngak perlu KK, ngak perlu surat pengantar dari CAMAT,
    Status *kawin* ngak perlu Ada di KTP, karna bersangkutan , Kontor Agama yg kasih indetitas
    RI di kelilingi laut, Malaysia perbatasan dgn Thailand pagar aja bisa di robohin aja
    Jadi di Malaysia semua orang punya KTP setelah 1 bulan,
    Kalau KTP hilang , harus rapor polisi, 30 mnt – 1 jam siap surat keterangan kehilangan KTP,
    Setelah itu pergi ke ducapil bikin KTP baru,
    Capil minta :-
    1. Surat lahir asli
    2. Surat keterangan hilang dari kantor polisi,
    Tunggu 14 hari siap KTP baru, bayar 50 ribu
    Ngak perlu KK, ngak perlu surat dari camat,
    Kalau SURAT LAHIR hilang , ngak masalah juga , harus lapor polisi,
    Polisi keluarkan surat keterangan hilang,
    Pergi lagi ke ducapil, ducapil akan keluarkan potokopinya, aja ada, Kalau seseorang meninggal harus juga lapor polisi,

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *