Tjahjo Kumolo

Perekaman eKTP sudah 96,4 persen, Kemendagri Terus Benahi Kualitas Layanan

Data perekaman eKTP per tgl 23 Oktober 2017, sudah 96,4% atau 178,5 juta WNI – data sudah tunggal.

KENDALA yang terbesar saat ini adalah:

1. Alat-alat di daerah ada yang rusak. Reparasinya perlu waktu karena sebaran alat di seluruh indonesia dan ahlinya sedikit yang bisa memperbaiki.

2. Jumlah printer bantuan APBN di kab/kota hanya ada 2. Banyak daerah yang belum pengadaan dengan APBD. Sesuai aturan, APBN tdk dibolehkan untuk membantu daerah yang sudah pernah diberikan sebelumnya. 1 printer per hari hanya bisa maksimal 200 sd 250 KTP-el yang dicetak.

3. Kendala SDM yang terbatas. Pegawai Dukcapil dan luas wilayah di luar Jawa.

4. Komitmen Petugas Dukcapil perlu ditingkatkan agar dana, SDM dan Sarpras Dukcapil di daerah bisa tambah baik.

5. Masyarakat agar juga aktif /pro aktif untuk mengurus dan mengecek ke Dinas Dukcapil untuk mengetahui sudah jadi atau belum KTP-el nya.

6. Dinas Dukcapil daerah juga aktif mengumumkan ke RT/RW, internet dan media massa, masyarakat yang sudah jadi dokumennya. (KTP- el nya)

PENJELASAN TAMBAHAN

Kemendagri dalam hal ini Dukcapil akan terus benahi kualitas layanan. Memang karakter pekerjaan dukcapil berbeda dengan komponen di dagri dan KL. Karakter layanan dukcapil bersifat individual. Layanan satu persatu per penduduk. Mulai dari akta lahir, akta kawin, akta mati, KIA, KTP.

Prinsipnya, Dukcapil terus berbenah. Kecepatan layanan menjadi perhatian. Sudah banyak daerah yang bisa layanan akta lahir mati kawin dalam hitungan jam.

Mengenai blanko merupakan isu yg sangat klasik dan dihembuskan terus. Saat ini cadangan masih 4 Juta. Per kemarin blanko di gudang pasar minggu 1 jutaan keping.

Selalu saya instruksikan ke daerah ambil segera di pusat sesuai kebutuhan sebelum blanko habis. Bukan sesuai keinginan daerah.

Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *