Tjahjo Kumolo

Peran Ulama Diminta Perkokoh Persatuan Bangsa

panglima-tni-jenderal-gatot-nurmantyo-menyalami-pns-mabes-tni-_150722125720-151REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON — Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo meminta peran serta kiai dan tokoh agama untuk memperkokoh persatuan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Gatot saat menggelar pertemuan antara Panglima TNI, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama dengan sejumlah kyai di Buntet Pesantren Cirebon, Jumat (24/7). Pertemuan itu dilakukan terkait kasus di Tolikara, Papua.

Selain sejumlah kyai dari Cirebon, pertemuan itu juga dihadiri sejumlah kyai dari NTB, Surabaya, Kalimantan Selatan, Bandung, Wonosobo dan Jakarta. Adapula tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Gatot pun menilai, selama ini tidak pernah ada permasalahan terkait agama di Papua. Dia pun meminta masyarakat untuk mewaspadai upaya memecah belah persatuan bangsa. ”Kerajaan Majapahit dulu hancur bukan karena diserang, namun akibat perang saudara di antara sesama mereka sendiri,” kata Gatot.

Gatot pun mengkhawatirkan ada pihak-pihak tertentu yang ingin mengambil Papua. Apalagi, Papua merupakan pulau yang paling kaya.

Hal senada diungkapkan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin. Ia menyatakan, tokoh agama terutama ulama, memiliki kemampuan untuk menyadarkan umat beragama bahwa esensi agama adalah mewujudkan kedamaian dan kasih sayang, dan bukan sebaliknya.

”Merusak apalagi membakar rumah ibadah itu tidak dikehendaki oleh agama,” tegas Lukman.

Lukman menambahkan, acara pertemuan itu digelar dengan tujuan agar kasus di Tolikara tidak menyebar ke daerah lain. Pasalnya, kasus di Tolikara sudah selesai. Pihak yang bermasalah di sana pun sudah berdamai dan tidak ada masalah lagi.

”Jangan sampai di tempat lain muncul bibit-bibit terjadinya perpecahan karena ada upaya balas dendam atau tidak bisa menerima proses penegakkan hukum yang sedang dilakukan,” terang Lukman.

Lukman menambahkan, pemerintah melalui TNI, kemenag dan kemendagri sepakat untuk dialog dengan tokoh agama.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengatakan, seorang kepala daerah harus memahami bahwa Indonesia bukan negara agama. Karena itu, setiap warga bebas memeluk agama dan keyakinan sesuai yang diyakininya.

Tjahjo menambahkan, pemerintah daerah harus memfasilitasi jika ada masyarakat ingin membangun tempat ibadah. Jika hal itu telah sesuai dengan tata kota dan lingkungan, maka harus diijinkan.

”Mereka harus hadir di tengah-tengah masyarakat,” tegas Tjahjo.

Tjahjo pun meminta peran serta dari tokoh-tokoh agama di daerah untuk turut menjaga kerukunan dan kehidupan beragama di Indonesia.

”Tokoh agama sangat berperan untuk menjaga stabilitas,” tutur Tjahjo.

Sementara itu, Asops Kapolri, Irjen Unggung Cahyono, menyatakan, saat ini situasi di Tolikara sudah kondusif. Hari ini sekitar pukul 17.00 waktu setempat, dua orang telah diamankan dari Tolikara, masing-masing dengan inisial HK dan JW. Keduanya pun sudah dibawa dari Tolikara ke Wamena, selanjutnya ke Jayapura.

Sumber: republika.co.id, Jumat, 24 Juli 2015, 20:19 WIB

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.