Tjahjo Kumolo

Pendekatan Keamanan Harus Dihentikan

Mencermati gelagat perkembangan masalah Papua saat sekarang, sudah saatnya Papua diselesaikan dengan cara Papua setelah pelumpuhan UU Otsus oleh Jakarta. Penyelesaian Papua terletak di mindset para pejabat di pemerintah pusat .  Bukan saja sukses membangun mitos dan akhirnya menjebak kita semua dalam lobang gelap separatisme.

Pendekatan keamanan yang secara material dilaksanakan selama ini menyebabkan konflik makin intensif. Konflik menjadi siklus dead end, berdampak pada rendahnya akuntabilitas isu governance di Papua (rendahnya tingkat kesejahteraan – pendidikan kemiskinan, korupsi, kesehatan) di propinsi yg paling kaya diwilayah NKRI ini yang kemudian selalu memunculkan konflik baru.

Sala satu masalah pada Pengelolaan Freeport yang tidak transparan, akuntabel (gratifikasi), tidak memberikan keadilan pada perekonomian NKRI dan terlebih khusus kepada penduduk asli yang tinggal di Papua. Perlu Pemerintah Pusat secara komprehensif  merespon isu-isu tersebut secara bijak dan tepat dalam pengambilan keputusan politik pembangunan, termasuk dalam aspek Tingkat Kesejahteraan. Pemberian previledges khusus ke Freport sejak jaman Orba, faktanya masih menjadi pemicu utama penyumbang konflik  serius di Papua.

Kita tidak bisa mempertahan mindset lama untuk penyelesaian Papua. Perlu pendekatan komprehensif yang berkeadilan bagi rakyat Papua dalam wilayah kerangka NKRI yang berdaulat sebagai negara Merdeka. PDI Perjuangan mendukung tuntutan masyarakat untuk meminta dialog sebagai mekanisme penyelesaian politik. Artinya, pendekatan keamanan harus distop/dihentikan.

Pemerintah pusat harus memimpin langsung pelaksanaan dialog/musyawarah dengan masyarakat Papua. Presiden/ Wapres berkunjunglah ke Papua, berikan tindakan konkrit berupa dukungan bagi dialog. Jakarta-Papua dalam suasana sama sama warga bangsa NKRI. PDI Perjuangan akan mendukung penuh, karena itulah yang diamanatkan oleh Sila 4 yang sekaligus merupakan aspirasi masyarakat Papua.

Tjahjo Kumolo, 11 November 2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *