Tjahjo Kumolo

Munas Pengawasan Obat dan Makanan, Catatan Mendagri

CATATAN MENDAGRI
ACARA
PEMBUKAAN MUNAS PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN
Jakarta, 7 Mei 2018

1. Obat dan Makanan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan.
2. Globalisasi dan perubahan gaya hidup mendorong peningkatan jenis dan jumlah produk Obat dan Makanan.
3. Kondisi ini menstimulasi pengembangan produk obat dan makanan tetapi di sisi lain ada kerentanan beredarnya produk obat dan makanan ilegal dan palsu.
4. Instansi regulator maupun pelaku usaha harus bersinergi untuk menjamin ketersediaan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan terjangkau.
5. Permendagri 22/2018 tentang penyusunan RKPD tahun 2019, salah satu prioritas penyusunan RKPD tahun 2019 adalah mendorong percepatan peningkatan nilai tambah dan daya saing industri (Prioritas Nasional 3).
6. Presiden telah meluncurkan Making Indonesia 4.0 untuk merespon revolusi industri ke-4.
7. Apresiasi kepada BPOM yang menginisiasi Program Terpadu Lintas K/L Pengembangan UMKM Obat Tradisional, Kosmetik, dan Pangan Berdaya Saing.
8. Presiden memberi arahan meningkatkan kemudahan berusaha saat pembukaan Musrenbangnas 2018.
9. Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan sebagai Kegiatan Prioritas Nasional pada rancangan RKP 2019 agar disinergikan.
10. Rancangan Permendagri peningkatan koordinasi pembinaan dan pengawasan obat dan makanan di daerah diharapkan lekas ditetapkan.
11. Apresiasi kepada BPOM atas penyelenggaraan Munas Pengawasan Obat dan Makanan dengan tema Sinkronisasi Perencanaan antar Pemangku Kepentingan untuk Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan.
12. UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah dan diperkuat dengan arahan Presiden, Program pembangunan harus fokus, terarah, dan tidak parsial.
13. Melalui Munas ini, BPOM bersama Pemda menghasilkan penajaman kinerja yang menjadi panduan dalam bekerjasama.

TJAHJO KUMOLO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *