Tjahjo Kumolo

PDIP Minta DPR Awasi Kerjasama KPU dan Lemsaneg

INILAH.COM, Jakarta – PDI Perjuangan mempertanyakan langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bekerja sama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dalam penyelenggaraan pemilu.

Lemsaneg merupakan bagian dari intelijen yang dikhawatirkan bisa dimanfaatkan oleh pemerintah dalam mengontrol hasil pemilu.

“Jangan sampai jadi faktor X yang porakporandakan proses pemilu demokratis. Apa pun Lemsaneg bagian dari intelijen negara,” ujar Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, di Gedung DPR, Senayan, Selasa (1/10/2013).

Meski langkah KPU dipertanyakan, menurut Tjahjo, namun kerjasama ini dianggap lebih aman ketimbang harus bekerja sama dengan pihak asing dalam proses penyelenggaraan Pemilu 2014.

“Tapi daripada data KPU di-protect oleh lembaga swasta asing, akan lebih aman di-protect Lemsaneg, tapi jangan sampai menciderai,” tuturnya.

Tjahjo mengatakan, dalam langkah ini DPR harus lebih intens dalam mengawasi kinerja KPU. Sebab, kerjasama ini rawan penyelewengan oleh pihak penguasa.

“Sebetulnya tidak apa-apa asalkan DPR bisa mengawasi dengan efektif. Ini menggunakan anggaran Lemsaneg, MOU-nya biar dibahas. Nanti ketua fraksi apa yang disampakan,” tandasnya.

Sebelumnya, KPU menanda tangani nota kesepahaman dengan Lemsaneg. Lemsaneg menjamin tidak akan ada perubahan perolehan suara dari tempat pemungutan suara (TPS) sampai ke tingkat nasional.

Selain itu, KPU juga menjalin kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI).

Sumber: inilah.com, Selasa, 1 Oktober 2013 | 11:36 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *