Tjahjo Kumolo

PDIP: Jangan Berlebihan Sambut Obama

Selasa, 9 November 2010 14:20 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta : Pengawalan berlebihan dari kepolisian menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama meraih pro dan kontra. PDI Perjuangan meminta pemerintah tidak berlebihan menyambut Obama.

“Mengamankan tamu negara penting tapi kita jangan terlalu eforia menyambutnya. Jangan meremehkan Indonesia dan Indonesia jangan mau diremehkan,” kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo kepada Metrotvnews.com, Selasa (9/11).

Menurut Tjahjo, humas Obama memang seolah mengatakan Indonesia menjadi negara penting. Tapi kunjungan singkat Obama ke Indonesia dinilai lain. Apalagi, Presiden ke-44 AS itu melawat ke India selama tiga hari, sedang Korea Selatan dua hari. Karena itu, ia mengatakan sudah sepantasnya Indonesia memposisikan sejajar sebagai negara merdeka dan besar, bukan negara jajahan.

Tjahjo mengatakan AS memang negara besar di abad 20. Namun, pada abad 21 AS sudah di ambang bangkrut. Satu-satunya yang masih dibanggakan adalah kekuatan militer. Tapi di tengah perubahan peradaban manusia, kemungkinan penyelesaian masalah lewat perang besar yang mengandalkan kehebatan militer semakin kecil. Kalau ada konflik bersenjata, itu selalu pada level perang skala kecil atau gerilya di mana kehebatan militer AS sama sekali tak berdaya.

“Sudah bertahun-tahun AS mencoba berperang melawan Taliban di Afghanistan, pakai ratusan ribu tentara dengan bujet ratusan miliar dolar per tahun, ternyata tak berkutik,” kata Tjahjo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.