Tjahjo Kumolo

PDIP: APBN Makin Gemuk dan Penuh Lemak

JAKARTA, suaramerdeka.com – Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tjahjo Kumolo menegaskan, secara keseluruhan Rancangan APBN-Perubahan tahun 2012 dapat dikatakan bertambah gemuk. Namun karena penuh dengan ‘lemak’ sehingga mengakibatkan kualitas dan kelincahan pertumbuhan ekonomi semakin menyusut.

“Hal itu terlihat dengan belanja pemerintah yang meningkat sekitar Rp 100 triliun. Totalnya, RAPBN-P menjadi sekitar Rp 1.500 triliun, atau naik dari sebelumnya yaitu Rp 1.400 triliun,” katanya, Selasa (13/3).

Selain itu, defisit membesar dari 1,5 persen menjadi 2,23 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Padahal itu berarti pemerintah menambah utang baru. Menurutnya, tambahan hutang baru dalam negeri maupun luar negeri harus ditolak. “Sebab hal itu berpengaruh terhadap kesehatan likuiditas keuangan negara dan membebani generasi mendatang,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, belanja modal hanya bertambah sekitar Rp 16 triliun. Padahal, pemangkasan anggaran belanja barang mencapai Rp 18 triliun. Artinya kualitas belanja untuk fungsi ekonomi di APBN-P semakin memburuk. Seharusnya, hasil pemangkasan anggaran dialokasikan untuk mendorong produktivitas ekonomi.

“Fakta lain adalah tambahan belanja dan hasil penghematan ternyata dipakai untuk subsidi listrik yang meningkat lebih dari 100 persen. Ini artinya PLN tetap tidak efisien dan program transfirmasi bauran energi tidak berjalan,” keluhnya.

Adapun asumsi pertumbuhan ekonomi diturunkan menjadi 6,5 persen dari 6,7 persen. Hal itu berarti sia-sialah peringkat investasi dan program MP3EI. “Sebab, pertumbuhan ekonomi harus tetap tinggi atau sama agar serapan kesempatan kerja tetap maksimal,” tandasnya.

Sumber: Suara Merdeka, 13 Maret 2012 | 16:00 wib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.