Tjahjo Kumolo

MoU Mendagri dengan Kepala BNPT, Catatan Mendagri

CATATAN MENDAGRI
ACARA
MoU MENDAGRI DENGAN KEPALA BNPT
Jakarta, 12 Maret 2018

I. PENGANTAR
1. UU 24/2013 tentang Adminduk bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik, pembangunan demokrasi, penegakkan hukum, serta mencegah terjadinya kriminalitas.
2. MoU dijadikan pedoman Kemendagri dan BNPT melaksanakan program penanggulangan terorisme agar optimal dan tepat sasaran.
3. Lembaga pengguna manfaat data kependudukan Kemendagri sampai saat ini sebanyak 962 Lembaga Negara, K/L Pemerintah Non Kementerian, dan/atau Badan Hukum Indonesia.
4. Penduduk memiliki NIK 262.365.947 jiwa, wajib memiliki KTP 192.390.814 jiwa, dan penduduk telah merekam 179.692.219 jiwa (97%).
5. Survey UKP-PIP 2017, dari 100 orang Indonesia terdapat 18 orang tidak tahu judul lagu kebangsaan, 53 orang tidak hafal lirik lagu kebangsaan dan 24 orang tidak hafal Pancasila.
6. Di Indonesia terdapat 132 juta pengguna internet aktif (52%) dari jumlah penduduk. Sekitar 129 juta aktif memiliki akun medsos.

II. RADIKALISME & TERORISME
1. Secara fisik, banyak celah kerawanan yang bisa dimanfaatkan kelompok radikal maupun teroris.

2. Perlu upaya strategis dari Pemerintah dengan melibatkan komponen bangsa dalam mengatasi radikalisme dan terorisme.

3. Kemendagri melakukan upaya pencegahan dini:
a. Pembentukan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) di daerah.
b. Percepatan pelaksanaan kebijakan Pembentukan Gugus Tugas Revolusi Mental di Daerah.
c. Memperkuat fungsi Kesbangpol di daerah.
d. Mendorong dan mendukung lembaga lain meningkatkan kualitas pelayanan publik, antara lain melalui Perjanjian Kerja Sama dan MoU.

4. Melalui MoU ini, Mendagri yang juga Ka.BNPP akan mendukung BNPT dengan memberikan data dan informasi terkait pengawasan perbatasan.

5. Support data dan informasi kependudukan yang membantu BNPT dalam pengawasan intelijen dan penanganan terorisme juga diberikan Kemendagri sesuai peraturan yang berlaku.

6. MoU tentang Penanggulangan Terorisme ini dapat memberikan pendekatan baru terhadap mantan napi terorisme, keluarga dan jaringannya, yang diiringi dengan makin jauhnya paham radikalisme maupun terorisme di tengah masyarakat.

TJAHJO KUMOLO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *