Tjahjo Kumolo

Menyampaikan Pesan Kebangsaan Lewat Wayang

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri kembali menggelar pementasan kesenian wayang. Kali ini, yang ditanggap adalah Ki Dalang Sujiwo Tejo, dalang nyeleneh dan mbeling. Pagelaran wayang itu sendiri digelar di halaman kantor Kementerian Dalam Negeri di Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Lakon yang dipentaskan Ki Dalang Sujiwo Tejo, Arjuna Wiwaha. Lakon Arjuna Wiwaha bercerita tentang perjuangan Arjuna mendamaikan konflik dua negara. Sayang, Arjuna gagal. Kemudian Arjuna pun bertapa di Gua Mintaraga. Di gua inilah, ujian dialami Arjuna. Ketujuh nafsu Arjuna diuji dalam rupa tujuh bidadari Kahyangan yang dipimpin Dewi Supraba. Tapi godaan itu tak mempan. Arjuna pun lulus.

Para dewa kemudian menguji kepemimpinannya dengan tugas membasmi angkara murka yang sedang dikobarkan raksasa Prabu Niwata Kawaca. Sang raksasa pun berhasil ditumbangkan. Arjuna pun kemudian dilantik menjadi raja di Kahyangan dengan gelar Arjuna Wiwaha.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sendiri mengatakan, pagelaran wayang yang digelar kementeriannya adalah bentuk apresiasi terhadap kesenian yang sudah jadi tradisi bangsa. Sekaligus mengangkatnya. Apalagi wayang kulit misalnya, dalangnya sudah mencapai ribuan orang.

Lewat wayang kulit atau wayang golek dan wayang lainnya, lanjut Tjahjo, bisa disampaikan pesan-pesan kebangsaan pada masyarakat. Wayang bisa jadi medium yang efektif menyampaikan pesan pentingnya menjaga Pancasila, NKRI dan kemajemukan.

“Ya memang, anak muda, terutama di kota, belum begitu menyukai wayang. Makanya kami keliling mementaskan wayang. Ini untuk menggairahkan kesenian wayang,” katanya.

Lewat wayang pula, kata Tjahjo bisa disisipkan pesan kepada khalayak ramai, bagaimana membangun kebersamaan dan pentingnya menumbuhkan semangat bergotong-royong. ” Bisa juga kita undang tokoh agama, tokoh masyarakat untuk ikut bicara,” kata Tjahjo. (Kemendagri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *