Tjahjo Kumolo

Menteri Tjahjo: Politik Uang dan SARA adalah Racun Demokrasi

Jakarta — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar “Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA” menjelang Pilkada serentak yang akan digelar di 171 daerah pada Juni 2018.

Pada acara yang dihadiri oleh perwakilan partai politik dan segenap penyelenggara Pemilu itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia Joko “Jokowi” Widodo.

Saat menyampaikan pesan orang nomor satu di Indonesia itu, Menteri Tjahjo pun mengutip ungkapan mantan Panglima TNI Jenderal Soedirman.

“Katanya (Soedirman) orang-orang baik kalau hanya berdiam diri, orang-orang jahat akan semakin merajalela. Dan kita semua yang hadir di sini adalah orang-orang baik,” seketika pernyataan tersebut disambut tepuk tangan para tamu undangan di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/02).

Berikut empat pesan Presiden Jokowi untuk menyambut pesta demokrasi bulan Juli mendatang:

1. Berharap78 persen partisipasi masyarakat

Tjahjo menjelaskan upaya konsolidasi demokrasi yang tengah digalakkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah meningkatkan partisipasi masyarakat untuk hadir ke bilik suara saat Pilkada digelar.

“Dalam konsolidasi demokrasi, KPU sejak 2015 sudah mencanangkan 70% partipasi politik masyarakat. Pada 2017 sudah mencapai sekitar 74%. Dan kami yakin di Pilkada serentak nanti yang aromanya berbaur dengan Pileg dan Pilpres, tingkat partisipasinya akan lebih dari 78%,” papar pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah itu.

2. Seruan untuk melawan politik uang
Selanjutnya, mantan kader Partai Golkar ini juga menyampaikan pesan Presiden yang tegas menolak dan melawan segala bentuk politik uang serta segala upaya yang memanfaatkan isu SARA demi merebut kekuasaan.

3. Pilkada menjadi sarana untuk memilih pemimpin yang amanah

Kemudian, pria yang mengenakan batik hitam ini mengingatkan tujuan atas diselenggarakannya Pilkada serentak. Katanya, Pilkada ini adalah sarana untuk mencari pemimpin terbaik di setiap daerahnya.

“Pilkada serentak ini tujuannya adalah memilih kepala daerah yang amanah, yang mampu menggerakkan masyarakat di daerahnya untuk pemerataan pembangunan. Sehingga silahkan kepada calon kepala daerah untuk adu gagasan,” tambahnya

4. Politik uang dan SARA adalah racun demokrasi

Melalui momentun deklarasi yang digelar oleh Bawaslu, Tjahjo menyampaikan bahwa politik uang serta SARA adalah racun dempokrasi.

“Melalui deklarasi ini kita harus melawan politik uang dan SARA. Kenapa? Karena ini bisa merusak peradaban dan demokrasi, bisa menghancurkan sendi-sendi kehidupan politik. Dan ini bisa kita lawan dengan dukungan berbagai kalangan,” tandas Tjahjo. (IDNTimes.Com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *