Tjahjo Kumolo

Mendagri: TNI Wajib Netral di Pilkada Serentak 2017

tjahjo-kumoloJAKARTA, suaramerdeka.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri ) Tjahjo Kumolo mengatakan, menyikapi pelaksanaan Pilkada serentak di seluruh Indonesia pada tahun 2017, memerintahkan kepada seluruh prajurit TNI beserta PNS TNI wajib mengedepankan netralitas dalam setiap tahapan proses pilkada.

“Selanjutnya setiap prajurit baik perorangan maupun institusi wajib untuk selalu mewaspadai setiap perkembangan situasi di lingkungannya serta melaksanakan temuan cepat dan melapor cepat pula secara hirarkhis apabila ada kejadian atau kegiatan yang berindikasi mengarah kepada menghambat, mengganggu atau menggagalkan Pilkada,” kata Tjahjo Kumolo di Jakarta, Rabu (5/10).

Mendagri pun memberi catatan dalam memperingati HUT TNI, tentang tantangan TNI ke depan adalah setdaknya masih belum terpenuhinya alutsista sesuai dengan kebutuhan yang disesuaikan perkembangan lingkungan strategis dan perkembangan tekhnologi. “Karena rata-rata alutsista yang dimiliki TNI saat ini sudah berusia tua. Hal ini juga selalu mendapatkan perhatian khusus Bapak Presiden Jokowi,” ujar Tjahjo.

Adapun program prioritas yang setidaknya harus dilaksanakan  dan diprogramkan adalah pengembangan TNI meliputi pembangunan pulau dan daerah strategis yang seperti Natuna, Morotai, Saumlaki dsn Selaru, Biak, serta Kabupaten Merauke. “Peningkatan kesejahteraan prajurit  perlu menjadi prioritas perhatian,” ungkao dia.

Pembangunan wilayah perbatasan, menurut dia, sebagaimana arahan Presiden Jokowi perlu dibangun dan diperkuat TNI, dan harus memperecepat konsolidasi internal TNI. Adapun penekanan Panglima TNI pada HUT ke 71 yang patut dicermati bahwa tugas prajurit TNI sangat berkaitan langsung dengan tegak atau runtuhnya negara, bersatu atau bercerainya bangsa. Oleh karena itu tempatkan tugas di atas segala-galanya, karena tugas adalah kehormatan, harga diri sekaligus kebanggaan.

“Junjung tinggi nilai dan semangat kebangsaan demi tetap kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa, serta tetap tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.”

Prajurit TNi, lanjut dia, perlu selalu hadir di tengah-tengah anggota dan masyarakat, dengan aktif berperan menyelesaikan masalah yang dapat memberikan kontribusi positif demi kemajuan satuan maupun lingkungan di manapun berada. Lanjutkan hal positif yang telah terbina selama ini, selalu berinovasi dan berkreasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, sehingga mampu mengantisipasi segala bentuk ancaman proxy war dan cyber war, yang menjadi ancaman nyata bangsa kekinian. (A Adib/CN38/SM Network)

Sumber: suaramerdeka.com, 5 Oktober 2016 20:42 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.