Tjahjo Kumolo

Mendagri: Terorisme dan Radikalisme jadi Ancaman Terberat

SEMARANG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan setelah 74 tahun Indonesia merdeka, rasa kesatuan dan persatuan bangsa sangat mengkhawatirkan. Salah satunya, bila bertemu orang lain tidak ditanyakan lagi apa prestasinya, posisi, dan kedudukannya sebagai apa, tetapi pasti ditanya asli dari mana, suku apa, dan agamanya apa.

“Terus terang saya mengalami zaman Pak Harto sampai Pak Jokowi, rasa persatuan dan kesatuan bangsa sangat mengkhawatirkan, terutama pasca-Pilkada DKI Jakarta hingga sekarang,” katanya dalam Temu Kangen Akbar pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah di rumah dinas Wali Kota, Manyaran, Semarang, kemarin.

Tjahjo yang mantan Ketua DPD I KNPI Jateng periode 1985-1988 itu juga mengingatkan adanya sejumlah kelompok yang terus menerus, masif, dan terencana merongrong kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mereka berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan khilafah. “Ormas-ormas yang anti-Pancasila tak akan dikeluarkan izinnya karena sangat membahayakan masa depan bangsa,” tegasnya. Dia mengatakan saat ini jumlah ormas yang terdaftar di Kemenkumham mencapai 427.808. “Sebagian besar adalah ormas keagamaan.

Kami juga heran jelasjelas ada ormas anti-Pancasila tetapi bisa lolos,” ungkapnya. Tjahjo menyebut salah satu ormas yang sudah dibubarkan pemerintah yaitu Gafatar. Ormas itu sudah menyiapkan mendirikan negara dengan mempersiapkan senjata, mengganti ideologi negara, menyiapkan pemerintahan, dan lain-lain.

Empat Tantangan

Tjahjo yang juga menjadi Ketua Badan Pengelola Perbatasan, Wakil Ketua Kompolnas, dan Plt Menteri Hukum dan HAM mengatakan, ada empat tantangan besar bangsa Indonesia saat ini.

Pertama, radikalisme, kedua terorisme, ketiga narkoba, dan keempat kesenjangan sosial yang masih ditemui di Indonesia. Adapun terorisme dan radikalisme merupakan ancaman paling berat. Lebih lanjut Tjahjo menuturkan, agenda strategis nasional untuk beberapa waktu ke depan harus kembali memperkuat rasa cinta Tanah Air, cinta bangsa, dan cinta negara.

Cinta kepada bangsa ini harus dibangun. Bahwa Indonesia ini terdiri atas beragam suku, budaya, bahasa, agama dipersatukan oleh Pancasila. Dalam kesempatan itu, Tjahyo berbicara panjang lebar tentang persoalan kebangsaan. Terkhusus tentang keprihatinannya terhadap masalah yang sekarang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia, dari kacamatanya sebagai Menteri Dalam Negeri.

Sebagai alumni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jateng, dia pun berpesan, agar KNPI agar dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Saling menghargai memberi kesempatan untuk saling berserikat. Menghargai orang lain untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan. ”Harus tegas, pada perorangan, kelompok, atau golongan yang berniat untuk memecah belah NKRI.

Itu bukan cuma lawannya TNI, tapi juga musuhnya alumni KNPI,” kata Tjahjo disambut gemuruh tepuk tangan. Tjahjo Kumolo merupakan pengurus KNPI Jateng periode 1985 – 1996. Kemudian menjadi Sekretaris Jenderal KNPI pusat pada 1988 – 1991, dan akhirnya menjadi Ketua Umum DPP KNPI sejak 1990 hingga 1993.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi didapuk menjadi tuan rumah. Dia pernah menjadi Ketua KNPI Jateng dua periode, yakni pada 2004- 2007 dan 2007-2011. Dia berharap, melalui temu alumni ini semakin mempererat tali silaturahmi para alumni KNPI. “Beberapa tahun lalu kita juga pernah mengadakan temu alumni. Tetapi tahun ini yang hadir saya rasa jauh lebih lengkap,” kata wali kota yang akrab disapa Hendi itu.

Ketua Panitia Dr H Budiyanto mengatakan, terbentuknya NKRI karena keberagaman suku, agama, ras, etnis, bahasa dan lain-lain. Kehadiran KNPI untuk wadah berhimpun ormas kepemudaan dalam rangka merawat keberagaman tersebut. “Para pengurus KNPI sampai kapan pun akan menjalankan fungsi silaturahmi dan pemersatu bangsa tersebut,” kata Budiyanto. (SuaraMerdeka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.