Tjahjo Kumolo

Mendagri Puji KSAL Persiapkan Hari Nusantara dengan Cepat

CIREBON – Di acara peringatan Hari Nusantara dalam kata sambutannya sebagai ketua panitia, Kepala Staf TNI AL (KSAL), Laksamana Ade Supandi, sempat melontarkan keluhan dengan nada bercanda. Kata orang nomor satu di TNI AL itu, ia baru tahu ditunjuk sebagai ketua panitia tiga hari yang lalu. Tapi, karena itu tugas yang harus dilaksanakan, maka harus dilaksanakan.

Dengan waktu yang singkat, ia dan jajarannya mempersiapkan acara peringatan Hari Nusantara. Dan, ia bersyukur, acara bisa dilangsungkan dengan tepat waktu dan berjalan sukses.

“Ini keluhan kepada bapak Mendagri, saya baru terima perintah sebagai panitia pada Jumat lalu, waktu 3 hari, tapi sesuai tema yang diusung yaitu gotong royong, ini bukan hanya kata-kata saja. Acara ini bisa digelar,” kata Ade, di acara peringatan Hari Nusantara, di Cirebon, Jawa Barat (13/12).

Ade mengibaratkan persiapan acara peringatan Hari Nusantara ibarat kisah legenda Bandung Bondowoso. Kata dia, jika di masa lalu ada kisah Bandung Bondowoso, yang bisa membangun bangunan dalam waktu semalam, maka hari ini ada Cirebon Bondowoso.

“Terkait hari Nusantara itu sendiri ini implementasi pada pejuang dalam menyatukan Nusantara lewat Deklarasi Djoeanda, ” kata Ade.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sendiri dalam kata sambutannya di acara yang sama mengatakan, bukan perjuangan mudah menjadikan Indonesia sebagai negara maritim di tengah tangangan global. Tapi kalau semua bergotong royong, tekad bisa diwujudkan. Dalam kesempatan itu juga Tjahjo mengapresiasi dan memuji gerak cepat kerja KSAL dengan jajarannya mempersiapkan acara Hari Nusantara dengan waktu singkat. Acara bisa digelar dengan sukses, berkat kerja keras jajaran TNI AL.

“Saya berterima kasih dan mengapresiasi KSAL dengan tempo dan waktu yang singkat, upacara ini berjalan dengan baik,” kata dia.

Dipilihnya Cirebon sebagai tempat digelarnya Hari Nusantara, karena memang Cirebon punya jejak sejarah sebagai daerah poros maritim. Cirebon adalah wilayah strategis sebagai jalur laut yang tegak lurus terhubung dengan Selat Sulawesi. Sekarang sudah ada tol laut. Diharapkan dengan adanya tol laut, perdagangan antar pulau seperti antara Jawa dan Sumatera tak lagi terhambat.

“Kalau ingat lagu wajib dari Sabang sampai Merauke sambung menyambung itulah Indonesia, sekarang jadi kenyataan,” kata Tjahjo. (Kemendagri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *