Tjahjo Kumolo

Mendagri Prihatin Maraknya Korupsi Kepala Daerah

tjahjo kumolo

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kerap mengingatkan kepala daerah mengenai area rawan korupsi. Namun, beberapa pemimpin daerah masih terjerat kasus korupsi.

“Semenjak saya sebagai Mendagri selalu mengingatkan pada acara-acara ke daerah bahwa area rawan korupsi adalah pada perencanaan anggaran, implikasi pada retribusi pajak, dana hibah dan bansos, termasuk proyek kategori fiktif dan pengadaan barang,” kata Tjahjo.

Hal itu disampaikannya di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Jumat (2/12).

“Kami terus ingatkan, tapi toh dalam dua tahun ini mulai Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sultra (Sulawesi Tenggara), Wali Kota Madiun, Wali Kota Cimahi, Bupati Subang terus beberapa di daerah Sumatera lagi. Irjen (inspektur jenderal) juga sudah intens ingatkan daerah,” ujar Tjahjo.

Dia mengaku prihatin atas maraknya korupsi daerah, khususnya yang terkena operasi tangkap tangan (OTT). “Kalau sudah tertangkap tangan, ya saya ikut prihatin, sedih. Karena dengan kelakuan satu oknum pejabat daerah, menodai teman-teman se-Indonesia,” ucapnya.

Disinggung kemungkinan para kepala daerah yang tak mendengar imbauan untuk anti korupsi, Tjahjo menolak berkomentar banyak. “Masing-masing punya karakter sendiri,” ucapnya.

Dia menuturkan, sejumlah partai politik (parpol) juga telah melakukan rekrutmen ketat calon kepala daerah. “Lewat psikotes, jadi kurang ketat apa. Intinya political will (itikad baik) itu sudah. Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) sudah ingatkan langsung kepada menteri-menteri di rapat kabinet,” tuturnya.

Dia menyatakan, efek jera kini bergantung pada hakim. “Keberanian hakim yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.

Terkait OTT terhadap Wali Kota Cimahi nonaktif Atty Suharti dan suaminya, Itoc Tochija, Tjahjo mengaku belum menerima laporan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karenanya, Tjahjo tak ingin menanggapi eksplisit. “Belum ada laporan masalah Cimahi,” katanya.

Diketahui, penangkapan terhadap Atty diduga berkaitan dengan proyek di Kemdagri. Namun, belum diketahui secara pasti proyek yang dimaksud. [Carlos KY Paath]

Sumber: BeritaSatu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.