Tjahjo Kumolo

Mendagri Minta IPDN Waspadai Hoaks

Sumedang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengingatkan seluruh Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), lebih hati-hati dalam bermedia sosial. Jangan sampai, ikut dalam menyebarkan hoaks, dan melakukan ujaran kebencian.

“Hati-hati dalam menerima berita (hoaks), jangan langsung lempar ke teman anda, tapi baca dulu, pahami. Karena, begitu anda lempar ke orang lain, undang-undang sudah siap menjerat anda,” kata Tjahjo di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Kamis (8/3/2018).

Meski begitu, Mendagri menekankan agar para praja IPDN mampu mengikuti perkembangan isu dan dinamika nasional bangsa. Caranya, kata Tjahjo, dengan membaca berita dari berbagai media setiap harinya, sehingga praja IPDN bisa lebih up to date.

Ia juga berpesan, para praja ini dapat menjaga kehormatan kampusnya. Secara tegas, Tjahjo menolak adanya aksi-aksi kekerasaan dan perkelahian di sana. Jangan lah, perilaku praja IPDN ini menodai nama baik serta kehormatan kampusnya.

“Jangan ada setetes pun noda yang anda perbuat. Seperti memukul, berkelahi, narkoba dan aksi tercela lainnya. Ini akan mencoreng nama IPDN dan Kementerian Dalam Negeri. Tidak ada ampun, anda (praja) harus mundur dari sini (IPDN),” tambah Mendagri.

Sebab, IPDN adalah kampus yang didirikan oleh Presiden RI pertama, sekaligus Proklamator, Ir. Soekarno. Tujuan dibentuknya lembaga ini adalah untuk mencetak aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja untuk mengorganisasi masyarakat, mulai dari pusat sampai daerah.

“Kampus IPDN juga diresmikan sebagai kampus kader pelopor penggerak revolusi mental oleh Presiden Jokowi. Sehingga, seluruh Praja IPDN harus menjaga kehormatan dan nama baik IPDN,” ujar mantan Politisi PDI Perjuangan ini.

Kehadiran Tjahjo di IPDN dalam rangka untuk menghadiri penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (DHC) terhadap Presiden RI-5, Megawati Soekarnoputri.

Sumber: ANTARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *