Tjahjo Kumolo

Mendagri Koordinasikan Kemitraan Amankan Pasokan Air Nasional

1tjkTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo bersama tujuh Menteri lainnya menggagas Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA).
Gerakan tersebut dibentuk untuk merevitalisasi dan konservasi sumber air bersih di berbagai daerah.
“Keterlibatan sejumlah kementrian dalam revitalisasi GN-KPA sebagai upaya bersama untuk memanfaatkan sumber daya yang ada pada masing-masing kementrian secara terpadu yang didasarkan saling membantu, saling mendukung, sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata Tjahjo Kumolo kepada wartawan, Kamis (7/5/2015).
Tjahjo lebih lanjut menuturkan tujuan utama revitalisasi GN-KPA yakni mendorong pencapaian pembangunan daerah secara nyata, serta sejalan dengan tujuan desentralisasi sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.
“Kegiatan ini menitikberatkan pada pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah pusat dan daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata mantan Sekjen PDIP tersebut.
Masing-masing Kementrian, lanjut dia, sesuai dengan tugas dan fungsinya diharapkan dapat melakukan penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung pencapaian revitalisasi GN-KPA, penyediaan lokas, dan penyediaan SDM.
“Gerakan ini akan menjadi program prioritas lima tahunan yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM),” ujarnya.
Sekedar info, GN-KPA dilaksanakan oleh delapan Menteri yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Pertanian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Badan Usaha Milik Negara, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Menteri Desa, dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Sumber: tribunnews.com, Kamis, 7 Mei 2015 12:58 WIB

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.