Tjahjo Kumolo

Mendagri: Jangan Sebarkan Hoax Bencana

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berharap agar seluruh pihak tidak menyebarkan hoax atau kabar bohong terkait bencana alam. Setiap informasi yang diterima sepatutnya untuk dicek kembali.

“Terima berita saring dulu. Kalau sudah fiks baru dikirimkan,” kata Tjahjo di Jakarta, Jumat (5/10).

Menurutnya, pihak kepolisian tentu telah mendata beberapa pihak yang menyebarkan hoax menyangkut bencana.

Ia mengaku sempat terkecoh. Diungkapkan, Tjahjo mendapat gambar adanya letusan gunung yang diduga Gunung Soputan di Sulawesi Utara.

“Saya saja sempat terkecoh. Saya kontak teman dari Manado. Ternyata bukan (Gunung Soputan). Tsunami yang ada di Palu, awal beredar itu rekaman tsunami Aceh. Saya kira jangan lah sebarkan hoax,” ungkapnya.

Ia menyatakan, kabar duka bagi masyarakat yang terkena bencana seharusnya tak dijadikan alat kepentingan pihak tertentu.

“Ini duka kita bersama. Ya kita tahu lah namanya bermain politik. Namun, ini kan menyangkut masyarakat yang berduka. Harusnya ada empati,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyebar hoax akan dijerat pidana. “Ada ancaman pidana. Kita harus saling mengingatkan. Harus saling memberikan informasi dengan baik. Kami juga ingatkan ke semua jajaran Kementerian Dalam Negeri dan daerah,” tegasnya.

Pada bagian lain, Tjahjo mengatakan, pihaknya berencana mengumpulkan seluruh sekretaris daerah (sekda) di Indonesia. Salah satu topik pembahasan yaitu antisipasi bencana.

“Tanggal 17 Oktober 2018, kita undang sekda, dan biro pemerintahan. Kita undang juga beberapa gubernur untuk memberi materi,” katanya. (BeritaSatu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *