Tjahjo Kumolo

Mendagri Ingatkan Soal Bahaya Radikalisme dan Korupsi Di Depan Mahasiswa IPDN

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengingatkan 980 wisudawan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tentang bahaya radikalisme dan area rawan korupsi.

Ia meminta para praja yang baru diwisuda untuk menjauhi area rawan korupsi karena korupsi saat ini menjadi salah satu persoalan bangsa yang harus diselesaikan.

“Tantangan yang berikutnya adalah saling mengingatkan di antara kita, termasuk saya termasuk seluruh pejabat Kemendagri di seluruh tingkatan agar berhati-hati pada area rawan korupsi,” ujar Tjahjo dalam sambutannya saat Sidang Senat Terbuka wisuda IPDN, di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (5/8/2019).

Ia menyebutkan, area-area yang rawan untuk terjadinya korupsi di suatu institusi, antara lain, penyalahgunaan wewenang, perencanaan anggaran, jual beli jabatan dan pengadaan barang dan jasa.

“Anda harus hati-hati pada penyalahgunaan wewenang, hati-hati pada perencanaan anggaran, hati-hati pada jual beli jabatan, hati-hati pada pengadaan barang dan jasa,” jelasnya.

Tak hanya itu, Tjahjo juga menyebut tiga hal lainnya yang menjadi tantangan bangsa Indonesia, yang perlu dicermati para wisudawan yakni terorisme, radikalisme dan narkoba.

“Radikalisme dan terorisme menjadi tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia , bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri,” kata Tjahjo.

Selain itu, musuh besar bangsa lainnya yang harus segera diberantas adalah persoalan narkoba. Oleh karena itu, narkoba yang mengincar generasi muda harus dimusuhi secara bersama.

“Narkoba ini musuh bangsa ini, musuh generasi ini, ini yang harus anda wujudkan, ingatkan keluarga anda, diri anda semua, jangan sampai terjebak pada masalah narkoba,” tandasnya. (akurat.co)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.