Tjahjo Kumolo

Mendagri: Blusukan Jadi Kunci Komunikasi Presiden Jokowi

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempunyai pola komunikasi yang menarik. Jokowi dinilai senantiasa ingin dekat dengan masyarakat.

“Gaya komunikasi Pak Jokowi jelas melalui blusukan. Gaya komunikasi beliau dalam politik itu penting untuk menunjukkan bagaimana pemimpin berinteraksi,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Hal itu disampaikan Tjahjo saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Komunikasi Akhir Tahun 2017 di Graha Willliam Soeryadjaya, Gedung Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta, Senin (11/12).

Seminar bertema “Gaya Komunikasi Jokowi: Membangun Budaya Dialogis dalam Masyarakat Pluralis” dihadiri ratusan orang dari berbagai latarbelakang seperti mahasiswa, dosen, jurnalis, praktisi komunikasi, masyarakat umum serta seluruh Civitas Akademika UKI.

“Pak Jokowi kuncinya bersentuhan dengan masyarakat. Bersalaman dengan masyarakat kekuatan Pak Jokowi, itu yang tidak banyak orang punya. Berkomunikasi dan berdialog,” ujar Tjahjo.

Menurutnya, Jokowi juga figur yang tegas. Apabila ada menteri-menteri di Kabinet Kerja tidak fokus, lanjutnya, Jokowi tak segan menegur langsung.

Dia menuturkan, sampai sekarang Jokowi juga belum berpikir mengenai pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) 2019. “Beliau bilang, ‘sudahlah yang penting kerja. Menteri kerja. Saya mau ke desa-desa, cek anggaran desa’. Beliau tidak berpikir (pilpres), padahal Agustus 2018 sudah pendaftaran capres dan cawapres. Ada keyakinan, kemantapan, optimisme yang beliau punya,” tuturnya.

Dia menyatakan, Jokowi mempunyai prinsip kuat terhadap empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dijelaskan Tjahjo, pemerintahan Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tidak pernah memusuhi agama, termasuk organisasi masyarakat (ormas) tertentu.

“Pak Jokowi orang yang punya prinsip. Beliau tegaskan harusnya urusan empat pilar kebangsaan itu sudah final. Pancasila itu sudah final, ini prinsip. Ini ketegasan Pak Jokowi,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UKI Maruarar Siahaan mengatakan, seminar diselenggarakan berangkat dari situasi dan kondisi kekinian. “Di mana konflik bernuansa SARA, utamanya kontestasi Pilkada DKI Jakarta yang berpotensi menghancurkan kebinekaan dan merongrong NKRI,” kata Maruarar.

Menurutnya, Presiden Jokowi dengan kemampuan lobi dan blusukan telah berhasil meredam gejolak. Jokowi, lanjutnya, mengambil langkah-langkah taktis melalui komunikasi yang dialogis.

Seminar ini, masih kata Maruarar, bertujuan untuk memahami pola dan gaya komunikasi Presiden Jokowi dalam mengatasi berbagai persoalan kebangsaan. “Mencermati dan menganalisis seberapa efektif upaya dialogis yang dilakukan Presiden Jokowi guna meredam isu-isu bernuansa SARA,” ujarnya.

Dia berharap masyarakat menjadi sadar bahwa NKRI tetap harus dijaga sampai titik darah penghabisan. (BeritaSatu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *