Tjahjo Kumolo

Mendagri Bikin Lobi Kantor Kemendagri Seperti Taman Baca

Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tiba tiba menyambangi kantornya di Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Minggu (20/1) Karena hari libur, suasana kantor Kementerian Dalam Negeri sepi dari pagi. Tentu, kedatangan orang nomor satu di kementerian tersebut bikin kaget karena begitu mendadak. Beberapa petugas pengamanan dalam atau Pamdal yang sedang berjaga di gerbang kantor berlarian ke gedung utama begitu tahu ‘bos besarnya’ yang datangnya.

Waktu itu, di gedung utama, berbatasan dengan ruang lobi, di ruangan yang biasa jadi tempat ngumpul para wartawan, ada beberapa reporter yang sedang dudukduduk menulis berita. Mereka pun tak sadar jika Menteri Tjahjo datang menyambangi di hari libur itu. Karena memang jarang-jarang menteri datang di hari Minggu.

Kedatangan Menteri Tjahjo diketahui, ketika seorang wartawan melongok keluar ruangan. Ia kaget, di ruangan tempat tamu menunggu, Menteri Tjahjo sedang sibuk menata buku ditemani ajudan dan beberapa staf pegawai Kemendagri. Di dekat ruang tunggu tamu, memang beberapa hari sudah diletakan rak besar berwarna putih. Wartawan tersebut bertanya, “Wah Pak ini untuk apa buku-buku ini?”

Sambil mengatur buku-buku yang dibawanya ke dalam rak buku, Menteri Tjahjo menjawab, bahwa ia ingin buat semacam taman bacaan. Tujuannya, agar tamu kementerian yang sedang menunggu tak suntuk. Sambil menunggu, tamu bisa baca buku.

“Iya lagi ngatur-ngatur saja, daripada majalah dan buku tak dipakai mending ditaruh di sini saja toh,” katanya.

Menteri Tjahjo menambahkan, buku-buku yang ia taruh di rak buku di ruang tunggu, sebagian dibawanya dari rumah. Namun sebagian lagi, ada yang diambil dari ruang kerjanya. Katanya, karena semua sudah dibacanya, daripada hanya jadi pajangan saja, lebih baik ia taruh di rak ruang tunggu tamu. Mungkin lebih bermanfaat, karena akan dibaca banyak orang.

“Buku dan majalah ada yang dari rumah, ada yang dari kantor,” katanya.

“Boleh dibawa pulang atau dibaca saja pak?” Wartawan itu kembali bertanya.

“Kalau ada yang baca silahkan, di bawa pulang ya bawa saja,” jawab Tjahjo sambil membereskan buku.

Kata dia, dengan adanya ‘taman bacaan’ di ruang tunggu tamu, setidaknya ada kegiatan positif dari para tamu atau siapa saja, termasuk wartawan untuk membaca buku. Bahkan, Tjahjo berencana akan meminta semua komponen di kementeriannya untuk menyediakan space rak buku di setiap ruang tunggu tamu. Dengan begitu, tamu tak suntuk menunggu. Tapi bisa mengisi waktu luang disela -sela menunggu dengan membaca buku.

“Ya kan sambil nunggu bisa sambil baca. Nanti baca saja. Nanti tiap komponen saya minta di ruang tunggunya diberi tempat membaca. Ya disediakanlah tempat baca, diberi buku-buku. Sehingga yang nunggu, sambil nunggu bisa baca buku. Lebih bermanfaat kan,” tuturnya.

Soal buku, Koran Jakarta sendiri punya pengalaman menarik ketika ikut menyertai Mendagri ke satu daerah untuk kunjungan kerja. Ketika itu, masih di bandara, menunggu jadwal keberangkatan pesawat, Menteri Tjahjo mampir dulu ke sebuah toko buku. Setelah melihat-lihat buku dan majalah, ia pun keluar dari toko buku. Tangannya menenteng beberapa eksemplar buku.

Tiba-tiba ia menyodorkan empat eksemplar buku ke dua wartawan yang ikut dengannya. Dua buku disodorkan ke Koran Jakarta. Dua buku lagu untuk satu wartawan lainnya. “Buat baca-baca di pesawat,” katanya. (KoranJakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.