Tjahjo Kumolo

Mendagri Ajak Seluruh Anak Bangsa Tabuh Genderang Perang Lawan Narkoba

BOGOR – Perang melawan dan memberantas narkotika, bukan hanya tugas Badan Narkotika Nasional (BNN), polisi atau TNI. Tapi memerangi narkotika juga kewajiban seluruh warga negara. Karena itu, semua elemen bangsa harus ikut menabuh genderang perang pada narkoba.

Demikian dikatakan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Lido, Bogor, kemarin. Menurut Tjahjo, perang melawan narkotika, harus melibatkan semua elemen bangsa. Kementeriannya sendiri berkomitmen penuh mendukung gerakan anti narkotika. Terutama lewat kebijakan yang dikeluarkan. Salah satunya lewat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) terkait itu. Bahkan, akan ada revisi Permendagri, untuk menguatkan dukungan terhadap gerakan anti narkotika.

“Apakah penyuluhan dan sebagainya, ini akan kami tingkatkan dengan Permendagri yang baru,” kata Tjahjo.

Tidak hanya itu, Tjahjo juga meminta agar seluruh Pemda menaruh perhatian besar terhadap upaya penanggulangan narkotika. Salah satunya adalah lewat politik anggaran. Misalnya dalam APBD, ada pos anggaran khusus untuk penanggulangan narkotika. Dukungan lainnya lewat pembentukan pusat rehabilitasi bagi pengguna narkotika.

“Ini bukan karena kebetulan Mendagri punya hak untuk revisi dan evaluasi anggaran tapi kami minta setidaknya setiap provinsi punya pusat rehabilitasi. Soal anggaran nanti bisa dipadukan dengan BNN. Sebagai misal Jatim, Jatim malah rencananya Pak gubernur akan menghibahkan sebuah rumah sakit daerah, itu kerjasama degan BNN. Saya kira semua APBD baik satu maupun dua dan di kementerian kami ada pos khusus untuk penanggulangan masalah ini. Karena apapun pengguna tidak boleh ditahan, pengguna harus direhabilitasi kecuali dia pengedar,” tuturnya.

Tjahjo menambahkan, dirinya juga telah menginstruksikan pemerintah daerah kabupaten dan kota yang telah memiliki RSUD, minimal menyediakan dua atau tiga ruangan untuk pusat rehabilitasi. Sosialisasi dan penyuluhan harus pula di intensifkan. Presiden Jokowi sendiri berencana membangun penjara khusus bagi pengedar narkotika di Nusakambangan.

“Saya kira kalau kebijakan Bapak Presiden akan membangun LP khusus di Nusakambangan bagi pengedar, tapi untuk pengguna itu akan direhab,” katanya.

Diakui Tjahjo, biaya untuk rehabilitasi pengguna narkotika cukup mahal. Karena untuk merehabilitasi 100 ribu pengguna, membutuhkan biaya hingga 1 triliun. Itu membuktikan, bahwa narkotika itu sangat berbahaya. Tapi tentu negara tak bisa tinggal diam. Pun semua elemen masyarakat. Semua harus bahu membahu memerangi narkotika.

“Ini sudah darurat, karena sudah 35-40 orang meninggal per hari. Per RT dan RW sudah terdeteksi ada (narkotika). Saya kira ini harus kita dukung karena Negara sudah dalam keadaan darurat narkoba,” katanya. (Kemendagri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *