Tjahjo Kumolo

Membangun Pekerja Indonesia Yang Mandiri Dan Profesional, Catatan Mendagri

CATATAN MENDAGRI
“KONGRES IX
KONFEDERASI SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA (KSPSI)
“MEMBANGUN PEKERJA INDONESIA YANG MANDIRI DAN PROFESIONAL”
Jakarta, 20 Desember 2017

1. Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi yang penting bagi setiap negara. Tanpa adanya tenaga kerja, faktor produksi alam dan faktor produksi modal tidak dapat digunakan secara optimal. Berbagai sektor pekerjaan yang tersedia baik di bidang agraris, ekstraktif, industri, perdagangan dan jasa tidak mampu menampung besarnya jumlah angkatan kerja yang ada.

2. Lahirnya KSPSI yang di deklarasi oleh para pejuang buruh tentunya mempunyai visi dan misi yang mulia demi mewujudkan kesejateraan lahir dan batin kaum pekerja dan keluarganya melalui hubungan kerja yang harmonis dan berkeadilan.

Yang telah dilakukan Pemerintah :
1. Menciptakan iklim ketenagakerjaan yang kondusif, dalam hal ini Pemerintah memperhatikan keikutsertaan asuransi tenaga kerja Indonesia.
Dalam hal ini Jumlah Kepesertaan Asurani TKI di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami kenaikan dimana pada Tahun 2015 berjumlah 336.934 Peserta menjadi 813.696 Peserta pada Juni 2017.

2. Menjalankan program Pendidikan vokasi serta sertifikasi yang melibatkan ratusan perusahaan sebagai Pembina.
a. Sampai saat ini terdapat 308 industri/perusahaan yang membina 1.035 SMK.
b. Targetnya tercapai 1 juta tenaga industri yang tersertifikasi kompetensi.
c. Pada 2017 angka pelatihan mencapai 209.224 orang, angka pemagangan 69.035, sertifikasi 395.394 orang, dan produktivitas 12.085 orang.

3. Membatasi izin kerja bagi tenaga kerja asing yang keahliannya khusus dan melarang yang hendak bekerja sebagai buruh kasar.
Pada Agustus 2017 Tenaga Kerja Asing dengan kategori Blue Collar sejumlah 15.158 dan Whiter Collar sebanyak 68.420 orang.

4. Perlindungan Terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Pemerintah melakukan perlindungan secara komperhensif terhadap TKI, sehingga kasus-kasus TKI menurun.
Penurunan jumlah TKI bermasalah menurun dari Tahun 2015 sampai saat ini, berdasarkan data Juni 2017 jumlah TKI bermasalah berjumlah 15.157 orang.

Penutup:
Saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KSPSI yang terus menjaga konsistensi dalam bergotong royong membangun konsep kerja yang nyata demi menggerakkan roda ekonomi rakyat.
Saya juga berpesan kepada seluruh jajaran pengurus KSPSI dan peserta kongres agar dapat menciptakan pekerja Indonesia yang Mandiri dan Profesional sehingga dapat menggerakan roda ekonomi bangsa.

TJAHJO KUMOLO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *