Tjahjo Kumolo

Membangun dari Pinggiran Efektif Atasi Urbanisasi

Mendagri tjk

Jakarta: Pemerintah tetap berkomitmen membangun dari pinggiran sebagai salah satu upaya untuk mengatasi urbanisasi. Hal itu ditegaskan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyikapi isu urbanisasi yang kembali mencuat pascaarus balik Idul Fitri 1438 Hijriah.

“Ya (mengatasinya) dengan membangun dari pinggiran. Memang itu arahan (Presiden) Pak Jokowi supaya masyarakat di desa, di kelurahan, di pinggiran, dan di gunung, mampu menghasilkan sesuatu untuk kehidupan di daerahnya,” kata Tjahjo Kumolo seusai acara halalbihalal dengan jajaran staf Kemendagri di Jakarta, kemarin.

Tjahjo menekankan urbanisasi atau perpindahan masyarakat dari desa ke kota tidak bisa dilarang karena itu menyangkut hak asasi manusia. “Ya, kalau di Jakarta, kan, tidak bisa melarang, ya, dari Papua, Aceh, masuk,” ujarnya.

Namun, menurut Tjahjo, masyarakat desa yang memutuskan pindah ke kota seyogianya membawa surat pindah. “Saya kira kalau dia niat mau kerja, harus bawa surat pindah. Apakah dia akan tinggal di rumah keluarganya kah, di kos kah, atau di hotel,” jelasnya.

Presiden, kata Tjahjo, melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi aktif mengalokasikan anggaran bagi pembangunan desa-desa tertinggal. Selain itu, untuk menahan kencangnya arus laju urbanisasi, Kemendagri menilai otonomi daerah yang sudah berjalan hingga saat ini harus dipacu untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.

“Otda kita pacu di semua daerah untuk merangsang berbagai investasi pembangunan di daerah. Termasuk menciptakan lapangan kerja,” terang politikus PDI Perjuangan ini.

Pemerintah berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur melalui pembangunan jalan-jalan dan lainnya untuk meningkatkan investasi. Ada Rp67 triliun dana desa yang sudah digelontorkan.

“Dana desa mendorong aktivitas di desa. Jika merata, urbanisasi tidak terjadi,” pungkasnya.

Biro Pusat Statitik mencatat urbanisasi di Indonesia per tahun 4%. Jika fenomena itu berlanjut, diperkirakan 2025 sekitar 68% penduduk Indonesia berada di perkotaan. (MetroTvNews.Com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.