Tjahjo Kumolo

Lukisan tentang Jokowi Dibeli Mendagri, Begini Tanggapan Sang Pelukis

Ambarawa – Sedih bercampur gembira, itulah suasana batin MA Sutikno, seorang perupa dari Sanggar Seni Gedongsongo saat ditanya perasaannya ketika lukisannya dibeli oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Dia sedih karena lukisan bergambar Presiden Joko Widodo itu baru beberapa menit saja terpasang di Aula Gedung Pertemuan Gotong Royong Ambarawa.

Artinya, hanya beberapa gelintir orang saja yang sempat melihatnya. Namun di sisi lain dia juga gembira lantaran lukisan dengan pewarnaan ampas kopi ini mendapatkan apresiasi dari seorang menteri.

“Ini untuk saya ya?” kata Sutikno menirukan ucapan Tjahjo saat ditemui, Senin (5/3/2018) siang. Mendagri Tjahjo Kumolo, Sabtu (3/3/2018) malam, meresmikan patung dr Tjipto Mangoenkoesoemo di simpang tiga Tugu Jam Pasar Gamblok Ambarawa.

Setelah meresmikan patung Dr Tjipto, Tjahjo bergeser ke Gedung Pertemuan Gotong Royong di Jl Brigjen Sudiarto No 78 Ambarawa untuk membuka pameran seni hasil karya para seniman Kabupaten Semarang.

Pemeran yang menampilkan hasil karya seni para seniman Ambarawa ini dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (8/3/2018) mendatang.

Selain lukisan miliknya, Tjahjo juga membeli satu lukisan lagi milik seniman Kabul, yakni lukisan wajah seorang gadis.

“Ada dua lukisan, yang satu wajah gadis. Beliau kok sekiranya seneng yang minimalis,” ujarnya.

Saat ditanya berapa Tjahjo menawar lukisannya, Sutikno enggan menjawabnya. Sutikno berkilah bahwa kesepakatan harga diserahkannya kepada pihak panitia pameran. “Kurang tahu, panitia yang tahu. (Soalnya) dari kami juga tidak memberikan plafon,” imbuhnya.

Sutikno yang juga pegiat Tosan Aji atau pelestari pusaka-pusaka ini menceritakan bahwa lukisan bergambar presiden Joko Widodo tengah mendalang ini sebenarnya ia persiapkan untuk sebuah pameran di Unika Sugiyapranata Semarang.

Namun lantaran ada permintaan dari panitia, dia harus rela mengeluarkan lukisan itu dalam pameran yang menjadi rangkaian peresmian monumen Dr Tjipto di Ambarawa tersebut.

“Itu hanya dua hari (membuatnya). Sebenarnya dipersiapkan untuk pameran di Unika, temanya ‘Damai untuk Kita, Damai untuk Dunia’,” ujarnya.

Lukisan tersebut menunjukkan gambar Presiden Joko Widodo dengan blangkon dan pakaian beskap tengah memainkan sebuah wayang. (Tribunnews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *