Tjahjo Kumolo

Komposisi KPU, Bawaslu dan Dewan Kehormatan KPU

Terkait proses pembahasan awal penyusunan rancangan revisi UU no. 22 tahun 2007 tentang penyelenggara Pemilu oleh Komisi II DPR dan pemerintah, pada prinsipnya yang harus diperjuangkan adalah:

  1. Bahwa pada posisi dalam KPU, Bawaslu dan Dewan Kehormatan KPU,prinsipnya harus ada perwakilan partai politik (Parpol). Pertimbangan utamanya, bahwa Pemilu itu pemilunya Partai Politik dan pengalaman pelaksanaan Pemilu 2004 dan 2009, banyak ketimpangan dari pelaksana KPU yang terindikasi tidak independen dan kurang memahami posisi dan peran Parpol dan sistem-sistem lainnya, yang seolah-olah Parpol tidak boleh tahu misalnya masalah IT-nya, proses penghitungannya. Padahal pemilu kan partai politik dan pemahaman keanggotaan KPU yang semua intelektual profesional belum banyak memahami dinamika partai politik.
  2. Pada posisi KPU, Bawaslu, Dewan Kehormatan. Di KPU harus ada wakil dari Partai Politik, minimal Parpol yang lolos PT (Parliament Threshold) pada pemilu 2009. Sementara di Bawaslu dan Dewan Kehormatan harus dimasukkan seluruh perwakilan Parpol peserta Pemilu.

Jakarta, 13 November 2010.
Tjahjo Kumolo
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI

One Response to Komposisi KPU, Bawaslu dan Dewan Kehormatan KPU

  1. bahrul 14/11/2010 at 00:30

    saya setuju…seperti PEMILU 1999…para perwakilan parpol duduk sampe tingkat KPPS….jadi ga ada lagi manipulasi yg d lakukan oleh oknum” yg punya kepentingan…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.