Tjahjo Kumolo

Ketua Tim Sukses Capres, Tjahjo Diminta Jangan Sering-Sering Rapat

tjahjoBEBAN berat itu kini dipikul oleh Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo. Saat ini dia mendapat tugas baru menjadi Ketua Tim Pemenangan Kampanye Nasional capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dia menyadari tugas itu tidak ringan. Pada awalnya ia terkejut mendapatkan amanah dari Ketua Umum DPP Megawati Soekarnoputri. ”Ibu Mega yang memberikan tugas kepada saya sebagai ketua tim. Namanya diberi tugas, jawaban saya juga spontan: siap laksanakan tugas,” ucapnya mengenang.

Tugas seperti ini bukan pertama kali diberikan Megawati kepada pria kelahiran Surakarta, 1 Desember 1957 ini. Tjahjo pernah memimpin tim pemenangan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng.

Tingkat nasional

Keberhasilan itu kemungkinan menjadi  pertimbangan Mega menunjuk dirinya untuk memimpin tim pemenangan di tingkat nasional.
Putera pasangan Bambang Soebandiono dengan Rini Mumpuni itu dibesarkan di Kota Semarang.  menamatkan pendidikan SD di tahun 1970 hingga memperoleh gelar sarjana hukum di Universitas Diponegoro pada  tahun 1985 di Kota Atlas tersebut.

Begitu juga dia memulai berorganisasi di KNPI Jateng mulai 1985 hingga 1988, sebelum hijrah dan berkiprah di Jakarta. Karier di tingkat nasional pun dimulai ketika dia  terpilih menjadi anggota Komisi II, III dan anggota BKSAP DPR RI (1987- 1992). Ketua Umum DPP KNPI (1990-1993) itu juga mendapat pendidikan di Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) pada tahun 1994. Di era reformasi 1998, dia membela gerbong pembawa suara reformasi dengan aktif sebagai Direktur SDM Litbang DPP PDIP (1999-2002). Di partai moncong putih itu dia meniti karier politik lagi dari bawah dengan memulai  menjadi Ketua OC HUT PDIP.

Pada tahun 2001, Tjahjo sibuk menjadi Steering Comitte (SC) Rakernas PDIP. Pada Pemilu 1999, Tjahjo terpilih menjadi anggota DPR dari PDIP (1999-2004). Karena dinilai berpengalaman di legislatif dia pun dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Fraksi PDIP (1999- 2002) dan Sekretaris Fraksi PDIP (2002- 2003). Pada Pemilu 2004, dia terpilih lagi menjadi anggota DPR, serta bertugas di Komisi XI dan anggota BKSAP DPR RI (2004-2008) dan  Wakil Ketua Tim Lumpur Sidoarjo DPR (2006-2007).

Di internal DPP PDIP, pada tahun 2005 dia kembali mengemban tugas Steering Comitte (SC) Rakernas PDIP.  Bahkan dipercaya menjadi SC Kongres II PDIP (2005). Tahun 2006, dia kembali menjadi Ketua OC HUT PDIP. Tahun 2007, mendapat tugas sebagai Ketua OC Rakernas PDIP. Tugas itu juga berhasil dilaksanakannya pada tahun 2008 dan 2009. Juga menjadi Ketua OC Rakornas PDIP (2008). Di legislatif, dia bertugas sebagai Ketua Fraksi PDIP DPR-RI (2009 ñ 2014), sekaligus sebagai anggota Komisi I dan Koordinator GKSB Indonesia-Jepang (2009-2010).

Merasa Beruntung

Di DPP PDIP, Tjahjo menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP (2005 ñ 2009) dan Ketua DPP Bidang Politik dan Pemenangan Pemilu (2005-2010). Menjelang Kongres III PDIP (2010), Tjahjo kembali dipercaya menjadi Ketua OC.  Pada Kongres III ini, dia pun dipilih Megawati menjabat Sekjen PDIP (2010-2015).

Bahkan dia diberi kepercayaan tugas rangkap jabatan sebagai Sekjen DPP dan Ketua Fraksi PDIP DPR RI. Dari sejumlah tugas itu wajar jika Tjahjo dianggap berpengalaman dalam mengerakkan organisasi. Meski tidak menyangka dia merasa beruntung mendapat  tugas itu. Sebab, penugasan itu didukung Jokowi, JK dan para ketua umum partai politik pendukung.

Saat memberi tugas, Mega juga berpesan agar dirinya melaksanakan tugas sebaik-baiknya, dan bisa membagi waktu. Hal itu terkait posisinya sebagai Sekjen PDIP. Pada awalnya tim dipimpin secara kolektif bersama sekjen dari parpol-parpol koalisi. Namun setelah dirinya ditunjuk sebagai ketua,  para sekjen parpol lainnya menjadi wakil ketua.

Tak Terlena

Tidak ingin terlena dengan jabatan barunya, Tjahjo bersama tim langsung bekerja setelah rapat koordinasi yang pertama. Tim juga mendapat pengarahan dari para senior dan tokoh nasional. Tidak hanya itu, tim juga mengkoordinasi sejumlah posko pemenangan yang telah disiapkan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Presiden PDIP Puan Maharani. Antara lain Posko di Jalan Sisingamangaraja No 5, Posko Cemara yang merupakan posko media, Posko Jalan Gondangdia, Johar serta Posko Sukarelawan di Cik Di Tiro serta beberapa posko gabungan lainnya di Jakarta.

Dia menuturkan, konsentrasi tim adalah menggerakkan seluruh elemen lapisan masyarakat dan mendorong terbentuknya sukarelawan mandiri di seluruh Indonesia. Tim juga bertugas menggerakkan seluruh struktur partai pendukung dan anggota legislatif terpilih di semua tingkatan parpol pendukung.

Hal itu untuk penggalangan memantapkan suara hasil Pemilu Legislatif lalu. Dia menuturkan, selama seminggu setelah menerima SK dari Jokowi, dirinya langsung bekerja dan berkoordinasi untuk menyelesaikan seluruh administrasi tim. Selain itu uga menandatangani SK untuk tim kampanye di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Tak hanya itu, dirinya juga menghadiri rapat koordinasi nasional parpol pendukung serta rapat koordinasi antar tim.

Sungguh pekerjaan yang cukup melelahkan. Dia menjelaskan, banyaknya tamu untuk koordinasi, membalas telepon atau pesan-pesan pendek serta sebagai juru bicara di media cetak/elektronik, menjadi pekerjaan rutin yang semakin padat. Untungnya, tim kompak berbagi tugas. Sebab, masing-masing anggota tim memiliki tanggung jawab kebersamaan untuk memenangkan capres.

Pada minggu kedua bulan Juni, dirinya beralih tugas keliling daerah yang tidak terjangkau oleh Jokowi, JK serta ketua-ketua umum parpol. Diakui, seluruh provinsi,  kabupaten/kota idealnya terjangkau serta dikunjungi oleh capres, cawapres, ketua umum parpol dan tim kampanye.
Kesibukan itu tidak menjadikan dirinya terkurasstaminya.  Dia memiliki trik untuk tetap bugar dalam menjalani aktivitasnya. Pada prinsipnya, yang namanya tugas harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Apalagi, capres dari kader  PDIP pilihan Megawati. ” Untungnya saya sudah terbiasa tidur di atas pukul 24.00,” paparnya membuka rahasia.

Tentang pesan khusus Jokowi, ”Pesan Pak Jokowi kepada saya, jangan sering-sering rapat. Sebab, waktu yang tersisa sangat terbatas. Padahal, tim harus berkoordinasi dengan semua pihak untuk bersama-sama bekerja,” ucapnya.(Saktia Andri Susilo, A Adib-80)

Sumber: Suara Merdeka, 4 juni 2014

 

2 Responses to Ketua Tim Sukses Capres, Tjahjo Diminta Jangan Sering-Sering Rapat

  1. Hasanudin S.AP 25/06/2014 at 11:44

    siap-perintah.

    Reply
  2. Erwin 17/09/2014 at 23:13

    Salam pak tjahjo kumolo, saya warga negara indonesia yang merasa bangga atas kinerja partai pdi perjuangan yang semakin hari semakin merakyat dan memajukan kepentingan bangsa dan negara !!! Saya tertarik untuk bergabung dengan partai ini, bagaimana caranya ?

    Terima kasih sebelumnya.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.