Tjahjo Kumolo

Kebiasaan Mendagri Saat Remaja: Bangun Subuh, Cium Tangan Ayah dan Baca Koran

AMBARAWA – Hari Sabtu pagi, saya ada di Semarang, meliput kegiatan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang hendak meresmikan patung dr Tjipto Mangoenkoesoemo di Ambarawa. Sekitar pukul 08.00 pagi, saya turun dari kamar hotel tempat saya menginap selama di Semarang berniat hendak sarapan.

Di ruang sarapan, di ujung depan ruangan, nampak Kepala Bagian Humas Kemendagri, Pak Acho Maddaremmeng sedang asyik mengobrol dengan seorang bapak. Di sebelahnya, duduk ajudan Mendagri, Pak Bahar. Bapak yang sedang ngobrol dengan Pak Acho, setahu saya, merupakan sahabat Mendagri sejak remaja. Sayang, saya agak lupa namanya.

Setelah mengambil menu sarapan, saya ikut duduk di sebelah Pak Bahar, ajudan Mendagri. Sambil menikmati semangkuk bubur ketan item, saya ikut menguping obrolan. Bapak, sahabat Mendagri, terdengar bercerita. Ia sedang menceritakan kebiasaan Mendagri saat remaja. Katanya, ada satu kebiasaan yang masih ia ingat saat Menteri Tjahjo remaja. Ketika itu ia kerap menginap di rumah Tjahjo.

“Dia itu, sebelum solat subuh sudah bangun. Ia sering bangunkan mengingat untuk solat subuh,” katanya.

Salah satu kebiasaan lainnya kata dia, saat Menteri Tjahjo bangun subuh hari, adalah mengetuk kamar orang tuanya. “Dia ketuk pintu kamar orang tuanya. Ayahnya biasanya yang bukakan pintu. Lalu dia salim tangan (mencium tangan ayahnya),” ujarnya.

Saya yang mendengar itu, sungguh terkesan. Ternyata, Pak Tjahjo, anak yang sangat menghormati orang tuanya. Saya saja, tak pernah berbuat begitu. Saya baru salim atau mencium tangan ayah saya, kalau hendak bepergian saja. Bapak, sahabat Pak Menteri kembali bercerita.

“Kalau pagi yang dicari dia, adalah koran. Dia itu, kalau pagi tak pernah lupa baca koran dulu. Selalu baca koran dulu,” ujarnya. (Agus S./Kemendagri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *