Tjahjo Kumolo

Kampanye Memanas, Mendagri Ajak Masyarakat Jaga Kesatuan dan Persatuan Bangsa

Jakarta – Kementerian Dalam Negeri bersama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menggelar apel dan ikrar bersama dalam rangka Persiapan Pemilu Serentak 17 Februari mendatang di pelataran Monumen Nasional, Jumat (15/2/2019).

Acara yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tersebut bertujuan untuk mengambil sikap dalam kontestasi Pemilu untuk mengajak seluruh pegawai dilingkungan Kementerian Dalam Negeri dan seluruh masyarakat dengan cara menolak kampanyel Pileg dan Pilpres dengan cara penyebaran ujaran kebencian dan berita bohong.

Hal tersebut, menurut Menteri Dalam Negeri telah membuat seluruh lapisan pegawai di Kementerian Dalam Negeri menjadi resah dan harus segera di hentikan.

“Kampanye Pileg dan Pilpres ini teman-teman Kemendagri dan BNPP merasa resah dan gelisah karena yang seharusnya kampanye itu kampanye beretika, bermartabat, adu konsep, adu gagasan ternyata ditengarai banyaknya hal-hal yang berbau fitnah, yang berujar kebencian hoax dan ini harus di hentikan,” ujar Mendagri, usai memimpin apel dan ikrar dipelataran Monas, Jakarta.

Lebih lanjut Menteri Dalam Negeri juga mengatakan di dalam tahun politik saat ini, persaingan kontestasi Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang terjadi harusnya dilakukan dengan memberikan gagasan dan beradu konsep untuk menciptakan rasa persatuan dan kesatuan demi membangun bangsa dalam jangka lima tahunan.

“Karena tujuan Pileg dan Pilpres ini adalah membangun rasa persatuan-kesatuan, memilih pemimpin yang amanah, memilih pemimpin yang punya program untuk bangsa dan negara dalam jangka pendek 5 tahun kedepan sehingga semakin mempercepat pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” tegas Tjahjo Kumolo.

Adanya ketegangan situasi kampanye yang belakangan ini terjadi baik dari para peserta pemilu maupun antara tim sukses kampanye, Menteri Dalam Negeri Tjahjo yang merupakan Mantan Sekjen PDI-P tersebut juga tidak menampik akan adanya ketegangan di dalam proses berkampanye. Namun Dia berharap, adanya kesadaran baik dari tim sukses maupun dari peserta pemilu untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Dari masukan, diskusi temen-temen Kemendagri yang kita saring selama dua bulan ini dinamis iya, tetapi harus ada kesadaran para tim sukses, kesadaran para pelaku-pelaku politik, kesadaran para simpatisan, para kader-kader politik untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Buat apa ada Pileg dan Pilpres tapi malah merusak rasa persatuan dan kesatuan sesama warga Indonesia,” ujar Tjahjo Kumolo dengan tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *