Tjahjo Kumolo

Dua Menteri Panen Padi di Merauke

Merauke – Dua menteri Kabinet Kerja turut memeriahkan panen padi di Semangga, Merauke, Papua. Dipercaya, bisa memenuhi kebutuhan Papua Nugini sehingga tak perlu lagi impor beras dari Malaysia.

Menteri yang melakukan panen bersama warga itu adalah Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNNP). Keduanya yang ditemani Plt Gubernur Papua Soedarmo dan Bupati Merauke Frederikus Gebze merasakan betul keberhasilan program pertanian ini.

“Dalam pemerintahan Presiden Jokowi yang dicanangkan dan laksanakan dengan sungguh-sungguh dan koordinasi yang baik. Dengan penyederhanaan regulasi yang baik, dengan kerjasama yang baik ini menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” kata Wiranto, Senin (16/5).

Dirinya memberikan apresiasi terhadap keberhasilan petani padi di Papua, khususnya Merauke yang mampu mengelola swasembada pangan yang hasilnya bisa mencukupi daerah lain. Meski hal ini masih dalam tahap awal.

“Keberhasilan panen ini karena pembangunan masih berjalan. Pembangunan di Merauke masih dalam tahap-tahap awal. Merauke saja punya total potensi sawah mencapai 1,2 juta hectare,” tunjuknya.

“Sekarang sedang melaksanakan pembangunan dan ini yang sekarang panen raya itu di area sawah seluas 80 hektare, sehingga ini sesuatu yang membanggakan, menggembirakan,” tambah Wiranto.

Sementara Mendagri mengakui kalau era pemerintahan Jokowi kini banyak melakukan pembangunan dari daerah pinggiran, perbatasan. Hal ini guna menimbulkan keadilan di masyarakat yang sejauh ini bagai dianaktirikan. Secara bertahap, pembangunan seperti bidang pertanian mulai dirasakan masyarakat.

“Misalnya di bidang pertanian, hasil panen padi dari Merauke melimpah,” aku Mendagri bangga.

Bahkan, melihat potensi ini, Papua tak perlu lagi impor beras. Bahkan, bisa memenuhi kebuhutan Negara tetangga, Papua Nugini.

“Papua Nugini mungkin enggak perlu lagi mendatangkan beras dari Malaysia. Cukup mengambil dari Merauke. Selain itu, dengan tol laut juga hasil bumi dari Merauke bisa dikirim ke Jawa. Dulu itu, kapal dari Jakarta bawa barang ke Merauke. Nah dari Merauke tidak membawa apa-apa. Sekarang berbeda,” tandas Tjahjo. (Gesuri.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *