Tjahjo Kumolo

Dorong Partisipasi Masyarakat, Hentikan Gerakan Golput

Jakarta – Partisipasi pemilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 diharapkan naik signifikan. Masyarakat yang mempunyai hak pilih, diimbau agar menggunakan hak tersebut. Dengan begitu, angka golongan putih (golput) atau pemilih yang tidak memilih tidak tinggi.

“Salah satu kunci sukses pemilu adalah tingkat partisipasi masyarakat,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (9/2). Tjahjo menanggapi mengenai maraknya gerakan golput di masyarakat belakangan ini.

Tjahjo mengungkap, pemilu di Indonesia sudah berlangsung sejak 1955. Pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung diterapkan mulai 2005. “Dari Pemilu pertama 1955 sampai pilkada serentak 2018, tingkat partisipasi masyarakat rata-rata di atas 74%, antara 55% hingga 91%,” kata Tjahjo Kumolo.

Menurut Tjahjo Kumolo, gerakan golput semestinya tak lagi disuarakan. “Harus mulai sekarang kita harapkan, tidak ada gerakan golput. Satu suara warga Indonesia akan mempunyai makna. Keikutsertaan dan tanggung jawab warga untuk ikut tentukan perjalanan bangsa lima tahun ke depan,” ujar Tjahjo Kumolo. (BeritaSatu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *