Tjahjo Kumolo

Cegah Teror, Mendagri Instruksikan Siskamling dan Wajib Lapor

Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menerbitkan dua surat edaran untuk gubernur serta bupati dan wali kota terkait aksi teror yang terjadi belakangan ini. Dalam surat edaran itu, Tjahjo memerintahkan para kepala daerah mengaktifkan kembali sistem keamanan keliling (siskamling) serta wajib lapor bagi tamu kepada pengurus RT/RW.

Surat edaran itu bernomor 300/3037/SJ dan 300/3037/SJ tertanggal 17 Mei 2018 tentang Peningkatan Kesiapsiagaan dan Keterlibatan Pemda dalam Mengantisipasi Gangguan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

“Mengaktifkan kembali siskamling melalui ronda di wilayah masing-masing sampai tingkat RT/RW, serta mengaktifkan wajib lapor 1×24 jam bagi tamu kepada pengurus RT/RW di lingkungannya,” mengutip bunyi surat edaran.

Tjahjo mengatakan kejadian teror di Surabaya tak boleh sampai terulang. Seluruh warga, khususnya RT/RW, harus mengetahui warga dan tetangganya bilamana melakukan gerak-gerik yang mencurigakan.

Tjahjo mengamini bahwa masyarakat Indonesia memang terkenal ramah dan sering bergotong royong satu sama lain. Namun, bukan berarti warga tidak mengawasi satu sama lain terutama tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.

“Jangan sampai kayak kemarin di Surabaya. Bayangkan seorang warga yang begitu berkomunikasi dan sesama satu gang, satu jalan begitu intens, enggak tahu dia punya pikiran begitu (radikal),” kata Tjahjo di kantor BSSN, Jakarta, Jumat (18/5).

Dalam surat edaran, Tjahjo juga meminta kepala daerah mengoptimalkan sinergi dengan forum forum kemitraan masyarakat. Misalnya, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, Forum Kerukunan Umat Beragama, Forum Pembauran Kebangsaan, serta ormas-ormas. Begitu pula dengan lembaga-lembaga lain.

Sinergi harus dioptimalkan demi mendeteksi dini potensi-potensi yang dapat mengancam keamanan masyarakat.

“Kami ingin mengingatkan di daerah bahwa membangun sinergi itu penting. Bahkan di kecamatan itu ada tokoh masyarakat, ada tokoh agama, ada kapolsek yang punya kambtibmas ada danramil,” ucap Tjahjo.

Selain itu, Tjahjo meminta para kepala daerah dan semua pihak yang berkepentingan untuk memasang spanduk dan baliho berisi kecaman terhadap terorisme.

Tjahjo juga meminta kepada para kepala daerah untuk memberi laporan tertulis kepada dirinya mengenai perkembangan situasi dan kondisi di wilayah masing-masing. Bisa melalui email, Whatsapp, telegram, faximile, serta blackberry messenger (BBM). (CNNIndonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *