Tjahjo Kumolo

Catatan Untuk Alutsista TNI

1)Anggaran  untuk mewujudkan suasana aman tentram dan kepastian hukum bagi kehidupan rakyat dan dunia usaha. Bidang Pertahanan Negara: Rp72,5  triliun. Akhirnya timbul pertanyaan:
Rencana  TNI memodernisasi dan peningkatan alat utama sistem senjata (alutsista) dan non-alutsista untuk mencapai. Apakah cukup dengan ananggaran sebesar itu? Apakah kebijakan dan strategi pertahanan negara sudah terintegrasi? Kemudian bagaimana peningkatan peran industri pertahanan nasional?

2)Menurut konsep Kementerian Pertahanan, Pembangunan Postur Pertahanan diselenggarakan dalam jangka panjang 20 tahun dan dibagi menjadi  4 tahap. Tahap I (2010-2014) alokasi Anggaran Pertahanan adalah sebesar 1,8%-2,1% dari PDB. Sedangkan PDB Indonesia 2011 (data BPS) adalah Rp.7.427 triliun. Artinya anggaran pertahanan yang ideal adalah sebesar Rp.135 sd Rp.155 triliun. Jadi anggaran yang tersedia masih sangat jauh dari mencukupi untuk modernisasi Alutsista. 2. Kebijakan dan strategi pertahanan negara selama ini belum terintegrasi dgn baik. Hal ini terjadi karena pemerintah belum mendukung strategi pertahanan yang disusun oleh Kementerian Pertahanan secara optimal melalui kebijakan khususnya yang terkait dengan anggaran. 3.Pada tataran konsep, peningkatan peran industri pertahanan nasional sudah bagus. Hal ini terlihat dari dibentuknya KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan). Selain itu pemerintah juga selalu mengatakan bahwa akan mengutamakan produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan Alutsista TNI. Namun dalam praktiknya, kebijakan ini sering tidak jalan, contohnya adalah rencana pembelian tank Leopard dari Belanda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *