Tjahjo Kumolo

Catatan Mendagri, Seminar “Pancasila dan Kebhinekaan” Di UGM

CATATAN MENDAGRI
SEMINAR “PANCASILA DAN KEBHINEKAAN”
DI UNIVERSITAS GADJAH MADA
Yogyakarta, 6 November 2017

I. KONDISI SAAT INI
1. Menurunnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.
2. Menurunnya solidaritas dan gotong royong
3. Menurunnya toleransi antara suku, ras, agama,
4. Adanya pergeseran tata nilai.

II. FAKTOR MEMPENGARUHI TURUNNYA NILAI PANCASILA
1. Posisi Strategis Indonesia
Menyebabkan adanya pengaruh yang kuat dari peradaban yang dibawa oleh masyarakat dunia yang singgah dan atau menetap di Indonesia.
2. Globalisasi Informasi
Informasi yang menyesatkan mudah sekali sampai kepada masyarakat.
3. Perang Peradaban
Perang/perbenturan peradaban antara Barat, Timur Tengah, dan China.
4. Kapitalisme, Liberalisme, dan Pasar Bebas
Mengikuti nilai-nilai global yang bersifat negatif dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila seperti Kebencian, LGBT, pola hidup konsumtif, individualistik, hedonistik, dll.
5. Neo-komunisme.
Dikhawatirkannya akan bangkitnya kembali PKI

III. KEKUATAN KEBHINEKAAN
1. Sebagai pemersatu bangsa yang keberadaannya tidak bisa dipungkiri.
2. Berlandaskan kekuatan spiritualitas.
3. Kekuatan toleransi dan kesatuan.

IV. UPAYA YANG TELAH DILAKUKAN KEMENDAGRI
A. Pola Kerjasama Forum Pendidikan Wawasan Kebangsaan
1. Kerjasama dengan :
a. Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) pada 30 Provinsi dan 58 Kabupaten/Kota.
b. Forum Pembauran Kebangsaan pada 30 Provinsi dan 319 Kabupaten/Kota.
c. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) pada 34 Provinsi dan 365 Kabupaten/Kota.
d. Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat pada 32 Provinsi dan 375 Kabupaten/Kota.
e. Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme pada 32 Provinsi.

B. Penanganan Konflik Sosial Dalam Rangka Penguatan Ideologi Pancasila
1. Membentuk Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial
2. Melakukan penguatan kepada Pemerintah Daerah dalam penanganan penyebaran paham dan ideologi gerakan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) di Indonesia.
3. Antisipasi Perkembangan dan Potensi Ancaman Terorisme di Indonesia

C. Pencegahan Radikalisme/ Terorisme Untuk Bela Negara
antara lain:
1. Aktualisasi Nilai – Nilai Pancasila Bagi Komunitas Masyarakat Berbasis Keagamaan di Pondok–Pondok Pesantren.
2. Dialog terkait Penanganan Faham Radikal, yang melibatkan unsur aparatur pemerintah daerah dan elemen masyarakat/pemuda di daerah.
3. Dialog kebangsaan dalam rangka Kewaspadaan Nasional terkait masuknya orang asing/sindikat Internasional ke Wilayah Indonesia.

V. ARAHAN MENDAGRI
1. Dalam mengawal Pancasila dan kebhinekaannya, pahami siapa Kawan Siapa Lawan.
2. Generasi Muda Jangan Takut melawan paham-paham baik kiri maupun kanan yang berusaha memecah belah persaudaraan sesama anak bangsa.
3. Harus diperhatikan bahwa salah satu indikasi dari keburukan itu adalah menebar kebencian pada negara dan pemerintahan yang sah.
4. Hindari Perilaku Ekslusif yang merasa benar sendiri dan suka menyalahkan paham orang lain.
5. Dalam berpolitik agar mengutamakan kepentingan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang sangat heterogen ini. Hindari kepentingan Politik yang sempit, yang sering menebar kebencian pada ideologi Pancasila.
6. Jangan membenturkan Pancasila dengan agama mana pun, karena Pancasila berasal dari nilai-nilai luhur agama.

TJAHJO KUMOLO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *