Tjahjo Kumolo

Catatan Mendagri, Peringatan Hari Nusantara 2017

CATATAN MENDAGRI
ACARA
PERINGATAN HARI NUSANTARA 2017
Cirebon, 13 Desember 2017

I. PENGANTAR

  1. Perjuangan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa dicetuskan pertama kali melalui “Deklarasi Djoeanda”, 13 Desember 1957.
  2. Deklarasi Djoeanda merupakan pernyataan jati diri sebagai negara kepulauan, yang lautnya menjadi penghubung antar pulau, bukan pemisah.
  3. Deklarasi Djuanda mendasari perjuangan Indonesia menjadi negara kepulauan ( _Archipelagic State_ ) dalam rangka mewujudkan Wawasan Nusantara.
  4. Jika tidak ada “Deklarasi Djoeanda”, wilayah laut Indonesia hanya 3 mil dari pantai. Artinya, di antara pulau-pulau terdapat laut internasional, siapa saja boleh masuk. Hal ini membahayakan kedaulatan.
  5. Wilayah laut Indonesia bertambah luas, kekayaan bertambah, dan menjadi utuh. Luas laut dalam yurisdiksi Indonesia menjadi 5,8 juta km2, wilayah darat 1,6 juta km2. Ketika merdeka 1945, luas laut hanya 100.000 km2.
  6. 13 Desember dicanangkan sebagai Hari Nusantara yang resmi tertuang dalam Keppres No. 126 Tahun 2001 tentang Hari Nusantara.

II. ATENSI MENDAGRI

  • Diharapkan terbangun karakter bangsa Indonesia berwawasan bahari dan menjadikan laut sebagai ruang hidup dan ruang juang.
  • Terwujudnya Indonesia sebagai negara maritim untuk kesejahteraan masyarakat dan disegani dunia.
  • Tema peringatan Hari Nusantara 2017 adalah *“Gotong Royong Dalam Kebhinekaan Nusantara Guna Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia”.
  • Peringatan Hari Nusantara tidak sekedar seremonial, tetapi menjadi model pembangunan terintegrasi bagi kepulauan terluar/terpencil.
  • Merupakan wujud sinergitas program Kementerian/Lembaga dalam pembangunan kelautan.
  • *TJAHJO KUMOLO*

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *